UU PPRT Berlaku, Kualifikasi ART Kini Jadi Pertimbangan Utama Majikan
UU PPRT (Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) mulai mendorong perubahan besar dalam cara majikan merekrut asisten rumah tangga (ART). Jika sebelumnya banyak orang hanya fokus pada “siap kerja”, kini kualifikasi ART menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa diabaikan.
Perubahan ini menandai pergeseran penting: hubungan antara majikan dan ART tidak lagi sepenuhnya informal, tetapi mulai mengarah ke sistem kerja yang lebih profesional, transparan, dan terstandarisasi.
Apa itu UU PPRT dan Dampaknya bagi Majikan?
UU PPRT hadir untuk memberikan perlindungan bagi pekerja rumah tangga, mulai dari hak upah, jam kerja, hingga perlindungan dari kekerasan. Namun di sisi lain, regulasi ini juga secara tidak langsung mendorong majikan untuk lebih selektif dalam memilih ART.
Dengan adanya standar yang lebih jelas, majikan kini dituntut untuk:
- Memahami peran dan tanggung jawab ART secara lebih profesional
- Menyesuaikan ekspektasi kerja dengan kemampuan kandidat
- Memastikan proses rekrutmen dilakukan dengan lebih terstruktur
UU PPRT tidak hanya melindungi pekerja, tapi juga mendorong majikan untuk lebih serius dalam proses seleksi ART.
Kenapa Kualifikasi ART Kini Jadi Faktor Utama?
Seiring diberlakukannya UU PPRT, posisi ART kini semakin mengarah ke hubungan kerja yang lebih formal dan profesional. Salah satu perubahan paling signifikan adalah adanya dorongan pemberian jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi ART.
Dengan adanya perlindungan ini, ART tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerja informal, tetapi sebagai tenaga kerja yang memiliki hak, fasilitas, dan jaminan yang lebih jelas.
Di sisi lain, perubahan ini juga memengaruhi ekspektasi majikan.
Beberapa alasan kenapa kualifikasi ART kini menjadi pertimbangan utama:
- Adanya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
Ketika ART mendapatkan jaminan kesehatan dan perlindungan kerja, maka secara otomatis majikan juga akan mengharapkan kualitas kerja yang lebih profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. - Benefit yang lebih jelas mendorong standar kerja lebih tinggi
Dengan adanya sistem yang lebih terstruktur, ART tidak lagi dipilih hanya karena “bisa kerja”, tapi harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar kerja yang lebih baik. - Hubungan kerja menjadi lebih seimbang
ART mendapatkan perlindungan, sementara majikan mendapatkan pekerja yang lebih terlatih, siap kerja, dan memiliki kompetensi yang jelas.
Dengan adanya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, hubungan kerja antara majikan dan ART menjadi lebih setara—sehingga kualifikasi ART kini harus sejalan dengan benefit dan tanggung jawab yang diterima.
Kualifikasi ART yang Kini Dicari Majikan
Seiring diberlakukannya UU PPRT, berikut kualifikasi ART yang menjadi pertimbangan utama:
- Pengalaman kerja yang relevan: ART yang memiliki pengalaman sesuai kebutuhan (misalnya babysitter, housekeeping, atau perawatan lansia) cenderung lebih siap kerja dan minim kesalahan.
- Kemampuan teknis sesuai kebutuhan: Setiap rumah tangga memiliki kebutuhan berbeda. ART diharapkan memiliki skill spesifik seperti: perawatan bayi dan anak, membersihkan rumah dengan standar tertentu, memasak sesuai preferensi keluarga
- Attitude dan etos kerja: Kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan komunikasi menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan kerja jangka panjang.
- Kualifikasi pendidikan dasar: Kini latar belakang pendidikan juga mulai menjadi pertimbangan penting. ART dengan pendidikan minimal SMP/SMA bisanya lebih mudah memahami instruksi, lebih cepat beradaptasi, dan memiliki komunikasi yang lebih baik.
- Pelatihan atau sertifikasi: ART yang memiliki pelatihan atau sertifikasi biasanya lebih siap menghadapi situasi kerja, memahami standar profesional, lebih minim kesalahan.
Tantangan: Tidak Semua ART Memenuhi Standar Ini
Meskipun kebutuhan akan ART profesional meningkat, tidak semua kandidat memenuhi kualifikasi tersebut. Beberapa kendala yang sering terjadi:
- Sulit menemukan ART yang benar-benar siap kerja
- Informasi kandidat yang tidak transparan
- Tidak ada jaminan jika tidak cocok
- Proses pencarian memakan waktu
Tanpa sistem yang jelas, proses mencari ART bisa berujung trial and error yang melelahkan.
Solusi: Cara Mendapatkan ART Berkualifikasi di Era UU PPRT
Untuk menghindari risiko tersebut, majikan perlu menggunakan cara yang lebih terstruktur dan terverifikasi. Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah melalui Cicana, yang menyediakan:
- Kandidat ART berpengalaman hingga bersertifikat
- Profil lengkap termasuk hasil psychological interview (BEI)
- Proses seleksi dan verifikasi yang jelas
- Interview langsung sebelum mulai kerja Masa adaptasi 2×24 jam
- Garansi penggantian hingga 1 tahun
Dengan sistem ini, kamu tidak hanya mendapatkan ART, tapi juga kepastian kualitas dan keamanan dalam prosesnya.
Rekrut ART Kini Harus Lebih Profesional
Dengan diberlakukannya UU PPRT, cara mencari ART tidak bisa lagi dilakukan secara asal. Kualifikasi kini menjadi faktor utama yang menentukan kualitas kerja, kenyamanan, dan keamanan dalam jangka panjang.
Jika kamu ingin proses yang lebih aman dan terstruktur, kamu bisa cari ART di Cicana dengan kandidat yang sudah terseleksi, berpengalaman, dan siap kerja. Dilengkapi masa adaptasi 2×24 jam serta garansi penggantian hingga 1 tahun, kamu bisa lebih tenang dalam memilih.
Konsultasikan kebutuhan dan Cari ART kamu sekarang melalui WhatsApp Cicana dan temukan kandidat terbaik sesuai kebutuhan keluarga. Klik Disini!
