Jam Ideal Menyiapkan Sahur di Bulan Ramadhan: Tips untuk ART
Bulan Ramadhan sudah tiba. Menentukan jam ideal menyiapkan sahur di bulan Ramadhan menjadi hal penting bagi ART. Waktu yang terlalu mepet bisa membuat pekerjaan terburu-buru, sementara bangun terlalu awal bisa mengurangi waktu istirahat. Jika tidak diatur dengan baik, ART bisa merasa cepat lelah sepanjang hari.
Sebagai pekerja rumah tangga, memahami ritme sahur bukan hanya soal memasak, tetapi juga soal manajemen waktu, tenaga, dan koordinasi dengan majikan. Berikut panduan jam ideal dan strategi yang bisa diterapkan agar sahur berjalan lancar tanpa mengorbankan stamina.
1. Kenali Waktu Imsak dan Hitung Mundur dengan Realistis
Langkah pertama adalah mengetahui jam imsak dan waktu subuh di wilayah tempat bekerja. Dari situ, ART bisa menghitung mundur waktu persiapan.
Idealnya, makanan sudah siap 30–45 menit sebelum imsak. Artinya, jika imsak pukul 04.30, makanan sebaiknya sudah matang maksimal pukul 03.45–04.00.
Perhitungan sederhana:
- 30 menit untuk memasak menu sederhana
- 10–15 menit menyiapkan meja dan minuman
- 10 menit cadangan jika ada kendala
Dengan hitung mundur seperti ini, ART tidak perlu panik di menit terakhir.
2. Jam Bangun Ideal: Antara 60–90 Menit Sebelum Imsak
Banyak ART bangun terlalu mepet, hanya 30 menit sebelum imsak. Ini sering membuat suasana dapur tergesa-gesa dan melelahkan.
Jam ideal bangun sahur untuk ART biasanya 60–90 menit sebelum imsak, tergantung kompleksitas menu.
Jika menu:
- Hanya menghangatkan lauk → 60 menit cukup
- Masak dari awal → 75–90 menit lebih aman
Bangun terlalu awal juga tidak disarankan karena bisa mengurangi kualitas tidur. Jadi kuncinya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan rumah.
3. Siapkan Bahan dan Lauk Sejak Malam
Strategi paling efektif agar sahur tidak melelahkan adalah menyiapkan sebagian besar pekerjaan malam sebelumnya.
Yang bisa dilakukan sebelum tidur:
- Cuci dan potong sayur
- Marinasi ayam atau ikan
- Siapkan bumbu halus
- Tata piring dan gelas
Jika lauk sudah setengah matang (misalnya ayam ungkep), saat sahur tinggal menggoreng atau menghangatkan. Cara ini bisa memangkas waktu masak hingga 50%.
4. Atur Pola Istirahat agar Tidak Kelelahan
ART yang harus bangun sahur tetap perlu menjaga stamina untuk bekerja di siang hari. Karena itu, manajemen tidur menjadi penting.
Tips menjaga energi:
- Tidur maksimal pukul 21.30–22.00 jika harus bangun dini hari
- Hindari penggunaan ponsel sebelum tidur
- Manfaatkan waktu istirahat siang jika memungkinkan
- Minum cukup air saat sahur
Sahur bukan hanya soal memasak, tapi juga menjaga kondisi fisik agar tetap prima sepanjang Ramadhan.
5. Komunikasikan Jam Sahur dengan Majikan
Setiap rumah memiliki kebiasaan berbeda. Ada keluarga yang sahur cepat, ada yang santai. ART sebaiknya berdiskusi dengan majikan mengenai:
- Jam makan sahur
- Menu sederhana atau kompleks
- Apakah perlu masak dari awal atau cukup recook
- Jam kerja pagi setelah sahur
Komunikasi yang jelas membantu ART mengatur waktu dengan lebih terstruktur dan menghindari salah paham.
Sahur Lancar Dimulai dari Manajemen Waktu yang Tepat
Jam ideal menyiapkan sahur di bulan Ramadhan bukan soal bangun paling pagi, tetapi soal perencanaan yang tepat. Dengan menghitung waktu imsak, menyiapkan bahan sejak malam, dan menjaga pola istirahat, ART bisa menjalankan tugas sahur tanpa kelelahan berlebihan.
Jika Anda seorang ART yang ingin bekerja dengan sistem kerja yang jelas, jam kerja terstruktur, dan komunikasi yang transparan dengan majikan, Anda bisa mendaftar melalui Cicana.
👉 Daftar sebagai ART di Cicana sekarang. Prosesnya mudah, aman, dan tanpa biaya pendaftaran. Hubungi WhatsApp kami di nomor 0821-7777-1674.
