Tugas ART Saat Puasa: Perlukah Dikurangi atau Tetap Sama?
Tugas ART saat bulan ramadhan pasti berubah, mengikuti ritmen rumah yang berubah total. Waktu tidur bergeser, aktivitas pindah ke malam, dan energi siang hari terasa berbeda. Di titik ini, banyak keluarga mulai bertanya: tugas ART saat puasa sebaiknya dikurangi atau tetap sama?
Jawabannya tidak sesederhana “dikurangi” atau “tetap”. Yang sering terlewat justru bagaimana beban kerja dirasakan di jam-jam tertentu, bukan hanya berapa banyak tugasnya.
Bukan Soal Dikurangi, Tapi Soal Dipindahkan Jamnya
Kesalahan paling umum adalah mempertahankan ritme kerja yang sama seperti bulan biasa. Padahal, di bulan puasa, jam 14.00–17.00 biasanya menjadi fase paling berat secara fisik. Jika pekerjaan berat tetap diletakkan di sore hari, ART akan terasa jauh lebih lelah dibanding biasanya.
Banyak keluarga yang akhirnya sadar bahwa yang perlu diubah bukan jumlah tugas, tapi distribusinya.
Yang sering lebih efektif:
- Setrika banyak dilakukan setelah subuh atau pagi awal
- Pekerjaan detail yang butuh fokus dikerjakan sebelum jam 11 siang
- Sore hari hanya maintenance ringan
- Evaluasi kerja tidak dilakukan menjelang buka
Dengan pola ini, beban tetap ada, tapi tidak terasa “menekan” di jam-jam paling lemah.
Ramadhan Sering Justru Menambah Tugas Tanpa Disadari
Menariknya, di banyak rumah, tugas ART saat puasa tidak berkurang—justru bertambah. Ada sahur, buka puasa, tambahan cuci piring, kadang kirim makanan ke tetangga atau keluarga.
Masalahnya, penambahan ini sering dianggap kecil. Padahal jika dihitung, akumulasi energinya besar.
Yang lebih realistis dilakukan:
- Jika ada tambahan tugas dapur → kurangi tugas non-prioritas
- Jika buka puasa besar → kurangi pekerjaan sore
- Jika menu kompleks → jadwal bersih-bersih disederhanakan
- Jangan anggap “ini cuma sebentar” kalau terjadi setiap hari
Ramadhan idealnya mengganti fokus, bukan menambah total beban.
Baca Artikel terkait lainnya: Jangan Asal! Jadwal Standar Kerja ART di Rumah
Sahur Mengubah Total Kualitas Istirahat ART
Banyak keluarga mengira membantu sahur hanya tambahan 1–2 jam kerja. Padahal, efeknya adalah tidur terpotong dan ritme biologis berubah.
Jika ART bangun jam 3 pagi lalu tetap bekerja normal jam 7 pagi tanpa penyesuaian, biasanya kelelahan akan muncul lebih cepat dari biasanya.
Penyesuaian yang lebih manusiawi:
- Jika ART masak sahur penuh → jam kerja pagi bisa mundur
- Jika hanya bantu ringan → tugas pagi disederhanakan
- Ada waktu istirahat tambahan siang
- Hindari tugas berat dua hari berturut-turut tanpa jeda
Ini bukan soal memanjakan, tapi menjaga stabilitas kerja sepanjang bulan.
Emosi Saat Puasa Lebih Sensitif, ART Juga Mengalaminya
Puasa memengaruhi emosi semua orang, bukan hanya majikan. Kurang tidur dan energi rendah bisa membuat komunikasi jadi lebih tajam dari biasanya.
Kadang yang membuat ART merasa tugas terlalu berat bukan volumenya, tapi cara penyampaiannya di saat tubuh sedang lelah.
Hal sederhana yang sering membantu:
- Hindari memberi koreksi panjang menjelang buka
- Gunakan komunikasi yang jelas, bukan nada tinggi
- Pastikan ART tahu prioritas harian
- Beri ruang jika terlihat benar-benar kelelahan
Ramadhan bukan hanya ujian fisik, tapi juga pengendalian emosi di rumah.
Ramadhan Butuh Penyesuaian Ritme, Bukan Sekadar Pengurangan Tugas
Tugas ART saat puasa tidak selalu harus dikurangi, tetapi hampir selalu perlu disesuaikan. Ketika distribusi kerja lebih realistis, tambahan aktivitas sahur diperhitungkan, dan komunikasi lebih dijaga, kerja sama biasanya jauh lebih stabil sampai Lebaran.
Melalui Cicana, Anda bisa mencari ART yang sistem kerjanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Ramadhan hingga momen Lebaran. Cicana juga menyediakan opsi perpanjangan masa garansi, serta program khusus di mana Anda bisa membayar 1 administration fee untuk 2 ART (menginap dan inval) sesuai kebutuhan rumah.
👉 Konsultasikan kebutuhan Ramadhan dan Lebaran Anda sekarang melalui Cicana, agar pembagian tugas, sistem kerja, dan perlindungan garansi bisa disepakati sejak awal tanpa perlu trial-error di tengah bulan puasa. Hubungi kami di 0822-1111-3614.
