Briella si Anak Samson dan Super Aktif: Ini Tips Cari Pengasuh yang Tepat!

Briella si Anak Samson dan Super Aktif: Ini Tips Cari Pengasuh yang Tepat!

cari pengasuh anak

Cari pengasuh untuk anak yang super aktif? Siapa takut! Kemunculan Briella si Anak Samson yang dikenal super aktif membuka mata banyak orang tua: ternyata anak dengan energi besar itu nyata dan ada di sekitar kita. Anak seperti ini sering disalahpahami sebagai “nakal”, padahal yang sebenarnya mereka butuhkan adalah pendampingan yang tepat. Masalahnya, tidak semua pengasuh siap—bukan karena tidak mau, tapi karena tidak dibekali cara yang benar.

Mencari pengasuh untuk anak super aktif bukan soal cepat dapat orang, melainkan soal kecocokan karakter, daya tahan emosi, dan strategi pengasuhan. Berikut panduan yang lebih realistis dan jarang dibahas.

Cari Pengasuh yang Tegas–Tenang, Bukan Sekadar “Sabar”

Banyak orang tua mengira pengasuh terbaik untuk anak super aktif adalah yang paling sabar. Padahal, sabar tanpa ketegasan sering berubah jadi permisif. Anak seperti Briella justru akan terus mendorong batas jika tidak ada struktur yang jelas.

Pengasuh yang ideal adalah yang tenang tapi tegas: tidak membentak, namun konsisten dengan aturan. Mereka tidak panik saat anak berlari, memanjat, atau menolak instruksi. Anak super aktif merasa lebih aman dengan batasan yang jelas, bukan dengan kelonggaran tanpa arah.

Saat wawancara, perhatikan bahasa tubuh dan cara pengasuh menjelaskan responsnya. Pengasuh yang siap biasanya menjawab dengan langkah konkret, bukan reaksi emosional.

Utamakan Daya Tahan Emosi, Bukan Lama Tahun Kerja

Pengalaman bertahun-tahun tidak selalu relevan jika pengasuh tidak pernah menghadapi anak dengan energi ekstrem. Anak super aktif menguji ketahanan emosi, bukan sekadar kemampuan teknis.

Pengasuh yang cocok:

  • tidak mudah tersinggung,
  • tidak merasa “dikalahkan” oleh anak,
  • dan mampu kembali tenang setelah situasi sulit.

Burnout pengasuh lebih sering terjadi karena kelelahan mental, bukan fisik.
Pengasuh yang kuat mental akan bertahan lebih lama dan konsisten. Tanyakan pengalaman spesifik, bukan durasi kerja. “Pernah mengasuh anak yang tidak bisa diam?” lebih bermakna daripada “sudah kerja berapa lama?”

Pengasuh Harus Mengarahkan Energi, Bukan Menahannya Terus

Kesalahan umum adalah terus melarang anak bergerak. Padahal, anak super aktif perlu menyalurkan energi, bukan memendamnya. Pengasuh yang tepat tahu kapan mengajak bergerak dan kapan menenangkan.

Pendekatan yang efektif:

  • rutinitas aktivitas fisik terstruktur,
  • tugas ringan yang melibatkan gerak,
  • permainan yang melatih fokus bertahap.

Anak super aktif bukan tidak bisa fokus—mereka butuh jalan masuk ke fokus itu. Pengasuh yang hanya berkata “jangan” tanpa alternatif akan cepat kewalahan dan memicu konflik berulang.

Waspadai Pengasuh yang Mengandalkan Gadget sebagai Solusi

Memberi gawai untuk menenangkan anak super aktif memang terlihat efektif di awal. Namun dalam jangka menengah, ini sering memperburuk impulsivitas dan tantrum. Anak jadi terbiasa “diam karena layar”, bukan karena mampu mengelola diri.

Pengasuh yang siap akan:

  • membatasi layar dengan jelas,
  • punya ide aktivitas non-layar,
  • dan sanggup menghadapi rewel tanpa jalan pintas.

Gadget menenangkan gejala, bukan membantu anak belajar mengatur diri. Jika sejak awal pengasuh mengandalkan layar, itu sinyal kuat untuk mempertimbangkan opsi lain.

Samakan Pola Asuh Orang Tua & Pengasuh Sejak Hari Pertama

Anak super aktif sangat peka pada inkonsitensi. Jika orang tua tegas tapi pengasuh longgar (atau sebaliknya), anak akan terus menguji aturan. Akhirnya, pengasuh dianggap “tidak didengar” dan orang tua frustasi.

Diskusikan sejak awal:

  • cara menegur,
  • respons saat tantrum,
  • aturan harian yang tidak bisa ditawar.

Pertimbangkan Pengasuh yang Pernah Mengikuti Pelatihan

Pelatihan bukan soal sertifikat, tapi soal kerangka berpikir. Pengasuh terlatih biasanya lebih memahami bahwa perilaku anak adalah bentuk komunikasi, bukan pembangkangan.

Pelatihan membantu pengasuh:

  • mengenali pemicu perilaku,
  • memilih respons yang tepat,
  • dan menjaga emosi diri saat situasi memanas.

Pengasuh yang punya strategi akan jauh lebih siap dibanding yang hanya mengandalkan insting. Oleh karen itu, Cicana menghadirkan kelas pelatihan “Babysitting” School of ART untuk lebih membekali pengasuh dalam menghadapi anak sesuai dengan kondisi tumbuh kembangnya.

Anak Super Aktif Butuh Pengasuh yang Siap Secara Mental dan Sistem

Belajar dari Briella si Anak Samson, anak super aktif membutuhkan pengasuh yang tegas-tenang, konsisten, dan mampu mengarahkan energi, bukan sekadar “orang yang mau menjaga”. Kunci keberhasilan ada pada kecocokan karakter dan sistem pendukung yang jelas.

Jika ingin proses yang lebih aman dan minim coba-coba, kamu bisa mencari pengasuh atau babysitter melalui Cicana—dengan penyaringan kandidat, masa adaptasi, serta opsi pelatihan babysitting agar pengasuh benar-benar siap menghadapi anak super aktif.

👉 Konsultasikan kebutuhan anak anda ke admin WhatsApp Cicana, agar rekomendasi pengasuh yang diberikan benar-benar sesuai dengan karakter anak dan ritme keluarga. Chat kami di WhatsApp 0822-1111-3614.