Viral ART kepergok Bawa Banyak Pria ke Rumah Majikan
Viral ART kembali jadi topik panas di media sosial setelah sebuah video menunjukkan asisten rumah tangga yang melakukan tindakan tak pantas di rumah majikannya sendiri. Dalam rekaman itu, sang ART kedapatan membawa banyak pria ke kamar majikan setiap kali rumah dalam keadaan kosong. Aksinya tidak hanya membuat publik geram, tetapi juga memicu kemarahan majikan yang merasa privasinya dilanggar habis-habisan. Kasus ini langsung menyedot perhatian warganet karena perilakunya dianggap sudah di luar batas kewajaran dalam hubungan kerja domestik.
Kejadian tersebut bukan hanya soal pelanggaran privasi, tetapi juga menyangkut moral, keamanan rumah, serta profesionalitas seorang pekerja domestik. Lalu, bagaimana kasus seperti ini bisa terjadi dan apa yang bisa dipelajari oleh para majikan?
Pelanggaran Privasi Majikan yang Tak Bisa Ditolerir
Dalam video tersebut, majikan perempuan terlihat memarahi ART-nya dengan nada tinggi. Kemarahannya memuncak karena sang ART diduga berulang kali membawa banyak pria ke rumah ketika majikan sedang pergi.
Yang membuat majikan semakin murka, hubungan tidak pantas itu dilakukan di kamar majikan, bahkan di kamar mandi pribadi. Ini bukan lagi kesalahan kecil—ini adalah pelanggaran privasi paling serius dalam hubungan kerja domestik.
Saat menegur, majikan menyampaikan dengan emosi bercampur kecewa dalam Bahasa Jawa:
“Aku nek ngomongi kowe koyok opo, dadi wedok sing genah, ojo gampangan, aku bolak balik ngomong mbi kowe to ga, golek lanang sing apik.”
Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia:
“Aku kalau bilang sama kamu seperti apa, jadi perempuan yang baik, jangan gampangan. Aku sering bilang sama kamu kan, cari cowok yang baik.”
Dialog ini menunjukkan bahwa sang majikan sebenarnya sudah berulang kali menasihati ART tersebut, namun tidak pernah digubris.
Risiko Keamanan Rumah Saat ART Membawa Orang Asing
Membawa pria asing ke dalam rumah tanpa izin bukan hanya tindakan tidak bermoral, tetapi juga mengancam keamanan rumah. Ada banyak risiko yang muncul: pencurian, tindakan kriminal, hingga penyalahgunaan fasilitas rumah.
Tindakan sang ART yang mengulangi perilaku itu meski sudah ditegur berkali-kali, menunjukkan adanya ketidakpatuhan dan minimnya rasa tanggung jawab sebagai pekerja yang tinggal di rumah orang lain.
Ini menjadi pengingat bahwa proses mencari ART harus mempertimbangkan karakter, kejujuran, dan stabilitas emosional, bukan hanya kemampuan kerja.
Baca Artikel terkait lainya: Majikan Wajib Tahu! Beberapa Sikap ART yang Bisa Jadi Tanda Bahaya
Tak Hanya Pelanggaran Moral, Hewan Peliharaan Majikan Ikut Jadi Korban
Lebih memprihatinkan lagi, ART tersebut juga diduga menendang anjing majikannya hingga mati. Tindakan semacam ini menunjukkan perilaku agresif dan tidak berperikemanusiaan.
Kekerasan terhadap hewan sering menjadi sinyal adanya masalah kedisiplinan atau emosional yang lebih dalam. Jika sudah berani menyakiti hewan, kemungkinan besar ia juga memiliki masalah kontrol diri dalam aspek lain.
Pelajaran Penting untuk Para Majikan
Kasus ekstrem seperti ini memang tidak menggambarkan mayoritas ART yang bekerja dengan baik, namun tetap ada pelajaran penting yang perlu diperhatikan:
a. Screening Karakter Bukan Formalitas
Selain riwayat kerja, perlu dicek juga pembawaan, kebiasaan, dan referensi majikan sebelumnya. Karakter buruk sulit diperbaiki setelah bekerja.
b. Aturan Rumah Harus Tertulis dan Ditegaskan Sejak Awal
Termasuk aturan tentang privasi kamar, larangan membawa tamu, dan konsekuensi pelanggaran.
c. Monitoring Selama Masa Awal Kerja
Tiga bulan pertama adalah waktu untuk melihat apakah ART layak dipercaya. Perilaku kecil sering menjadi indikator awal.
d. Gunakan Rekrutmen Profesional
Agar proses seleksi lebih aman, legal, dan minim potensi kejadian seperti kasus viral ini.
Kasus Ekstrem yang Jadi Pengingat bagi Semua Majikan
Kasus seperti ini kembali mengingatkan bahwa memilih ART tidak bisa dilakukan asal-asalan. Proses rekrutmen harus melalui verifikasi, asesmen karakter, hingga pemahaman dasar tentang etika bekerja di dalam rumah majikan. Di sinilah pentingnya menggunakan layanan yang profesional, legal, dan terstandarisasi.
Cicana hadir sebagai solusi lengkap untuk Anda yang ingin mempekerjakan ART atau babysitter dengan aman dan terukur. Melalui rekrutmen profesional, setiap kandidat diseleksi secara ketat berdasarkan pengalaman, attitude, dan rekam kerja. Cicana juga menyediakan program edukasi dan pelatihan, termasuk Attitude & Manner Class dari School of ART, yang membantu pekerja memahami sopan santun, etika komunikasi, serta batasan perilaku di rumah majikan.
Jika Anda ingin ART yang bisa dipercaya dan terlatih sejak awal, temukan kandidat terbaik melalui Cicana—platform rekrutmen ART modern yang benar-benar mengutamakan keamanan keluarga Anda. Konsultasi sekarang!
