Biaya Mudik ART: Apakah Transport Ditanggung Majikan?
Biaya mudik menjelang lebaran sudah mulai diperhitungkan. Tapi sebagai majikan, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: biaya transport mudik ART, apakah ditanggung majikan? Topik ini sering menjadi perdebatan karena tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang sama tentang hak dan kewajiban saat ART mengambil cuti Lebaran.
Pada dasarnya, tidak ada aturan baku nasional yang secara spesifik mewajibkan majikan menanggung biaya mudik ART. Namun dalam praktiknya, banyak keluarga memilih membantu biaya transport sebagai bentuk apresiasi dan menjaga hubungan kerja tetap harmonis.
Lalu bagaimana sebaiknya?
1. Secara Hukum, Tidak Ada Kewajiban Spesifik
Berbeda dengan THR yang sudah menjadi kewajiban umum bagi pekerja, biaya transport mudik tidak diatur secara spesifik dalam regulasi ketenagakerjaan rumah tangga informal.
Artinya:
- Tidak ada kewajiban mutlak majikan membayar tiket mudik
- Tidak ada larangan jika majikan ingin membantu
- Semua kembali pada kesepakatan kerja
Karena hubungan kerja ART bersifat perjanjian pribadi, maka pengaturan biaya mudik sebaiknya disepakati sejak awal.
2. Praktik yang Umum Terjadi di Lapangan
Dalam praktiknya, ada beberapa pola yang sering terjadi:
1️⃣ Ditanggung penuh oleh majikan
Biasanya dilakukan sebagai bentuk apresiasi tahunan, terutama jika ART sudah bekerja lama.
2️⃣ Ditanggung sebagian (uang transport)
Majikan memberikan bantuan dalam bentuk uang transport tanpa harus membayar tiket penuh.
3️⃣ Ditanggung sendiri oleh ART
Terjadi jika sejak awal memang tidak ada kesepakatan biaya mudik ditanggung majikan.
Pilihan mana yang diambil biasanya dipengaruhi oleh:
- Lama masa kerja ART
- Hubungan kerja yang terjalin
- Kondisi finansial keluarga
- Jarak dan biaya perjalanan
3. Kapan Sebaiknya Majikan Membantu Biaya Mudik?
Meskipun tidak wajib, membantu biaya transport mudik sering dianggap sebagai bentuk goodwill yang memperkuat loyalitas kerja.
Situasi di mana bantuan transport sering diberikan:
- ART sudah bekerja lebih dari 1 tahun
- ART tidak pernah memperpanjang cuti tanpa izin
- Kinerja ART baik dan stabil
- Jarak mudik sangat jauh dan biaya cukup besar
Bantuan ini tidak harus selalu berupa tiket penuh. Bisa dalam bentuk:
- Uang transport tetap
- Tambahan THR
- Bonus Lebaran
Yang penting adalah komunikasi terbuka agar tidak ada ekspektasi sepihak.
4. Bagaimana Jika ART Tidak Kembali Setelah Mudik?
Salah satu kekhawatiran majikan adalah ART tidak kembali setelah mudik, padahal biaya transport sudah dibantu.
Untuk meminimalkan risiko:
- Sepakati tanggal kembali bekerja secara tertulis
- Pastikan komunikasi aktif sebelum arus balik
- Gunakan sistem kerja yang jelas sejak awal
Namun tetap perlu disadari bahwa risiko tersebut selalu ada, baik biaya ditanggung atau tidak. Karena itu, memiliki rencana cadangan sangat penting.
5. Siapkan Solusi Jika ART Mudik Lebaran
Karena mudik umumnya berlangsung 7–10 hari, keluarga tetap perlu menyiapkan solusi sementara.
Beberapa alternatif:
- Menggunakan ART infal
- Menambah ART pulang-pergi sementara
- Menggunakan ART menginap khusus periode Lebaran
Dengan sistem pengganti, rumah tetap terurus meskipun ART reguler sedang cuti.
Biaya Mudik Bukan Kewajiban, Tapi Soal Kesepakatan
Biaya transport mudik ART tidak secara otomatis menjadi tanggung jawab majikan. Namun dalam praktiknya, banyak keluarga memilih membantu sebagai bentuk apresiasi dan menjaga hubungan kerja yang baik. Yang paling penting adalah kesepakatan sejak awal dan komunikasi yang transparan.
Jika Anda membutuhkan ART pengganti saat ART mudik, Anda bisa mencari melalui Cicana.
Tersedia:
👉 Konsultasikan kebutuhan ART Anda sekarang melalui WhatsApp admin Cicana, agar kebutuhan rumah tetap terpenuhi selama momen Lebaran!
