ART untuk Ibu Bekerja: 9 Hal yang Perlu Disiapkan
Bagi ibu bekerja, ART untuk ibu bekerja bisa menjadi bantuan penting untuk menjaga rumah tetap terurus sekaligus mendukung rutinitas anak. Ketika waktu harus dibagi antara pekerjaan, keluarga, dan pekerjaan rumah, bantuan di rumah dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih teratur.
Namun, sebelum ART mulai bekerja, bukan hanya kandidat yang perlu dipersiapkan. Rumah, rutinitas keluarga, dan anak juga perlu dikenalkan secara bertahap agar proses adaptasi berjalan lebih nyaman bagi semua pihak.
1. Tentukan Kebutuhan ART untuk Ibu Bekerja
Sebelum mencari ART, coba petakan dulu bagian rumah mana yang paling membutuhkan bantuan.
Apakah Buibu lebih membutuhkan bantuan untuk:
- Membersihkan dan merapikan rumah?
- Memasak dan menyiapkan makanan?
- Mencuci dan menyetrika pakaian?
- Mendampingi anak?
- Atau kombinasi beberapa pekerjaan tersebut?
Hal ini penting karena kebutuhan setiap keluarga bisa berbeda. Cari ART untuk ibu bekerja akan lebih mudah jika Buibu sudah mengetahui pekerjaan utama yang memang perlu dibantu.
Jangan hanya membuat daftar pekerjaan sebanyak-banyaknya. Tentukan juga pekerjaan mana yang menjadi prioritas dan harus dilakukan setiap hari.
2. Buat Jobdesk yang Jelas Sejak Awal
Setelah mengetahui kebutuhan rumah, buat jobdesk sederhana yang bisa dijadikan panduan ART.
Misalnya:
Pagi
- Menyiapkan sarapan
- Membantu menyiapkan kebutuhan anak
- Merapikan area rumah
Siang
- Membersihkan rumah
- Mencuci pakaian
- Menyiapkan makan siang
Sore
- Merapikan rumah
- Menyiapkan kebutuhan anak
- Membantu persiapan makan malam
Jobdesk tidak harus terlalu kaku. Yang penting, ART mengetahui pekerjaan utama yang menjadi tanggung jawabnya dan Buibu memiliki ekspektasi yang jelas sejak awal.
3. Kenalkan Rutinitas Anak
Kalau ART juga akan membantu mengurus anak, jangan lupa siapkan informasi mengenai rutinitas anak.
Tuliskan atau jelaskan hal-hal seperti:
- Jam bangun dan tidur
- Jadwal makan dan snack
- Makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan
- Jadwal mandi
- Aktivitas yang biasa dilakukan
- Kebiasaan anak sebelum tidur
- Hal yang biasanya membuat anak nyaman atau tidak nyaman
Rutinitas ini akan membantu ART memahami kebiasaan anak tanpa harus terus menebak apa yang harus dilakukan.
Terutama untuk ibu bekerja, informasi yang jelas juga dapat mengurangi kebutuhan untuk memberikan instruksi berulang kali saat Buibu sedang bekerja.
4. Buat “House Rules” yang Mudah Dipahami
Setiap rumah punya aturan dan kebiasaan yang berbeda. Karena itu, sebelum ART mulai bekerja, Buibu bisa membuat daftar house rules sederhana.
Misalnya:
- Barang anak dikembalikan ke tempat semula.
- Anak tidak diberikan makanan tertentu tanpa izin orang tua.
- Penggunaan gadget mengikuti aturan orang tua.
- Pintu dan pagar harus selalu dipastikan terkunci.
- Tamu yang datang perlu dikonfirmasi kepada orang tua.
- Area tertentu di rumah hanya boleh digunakan dengan izin.
House rules tidak perlu dibuat terlalu panjang. Fokus pada aturan yang memang penting untuk keamanan, kenyamanan, dan kebiasaan keluarga.
5. Siapkan Barang dan Area yang Akan Digunakan ART
Sebelum ART datang, pastikan barang-barang yang sering digunakan sudah mudah ditemukan.
Misalnya, tentukan tempat untuk:
- Peralatan kebersihan
- Perlengkapan makan anak
- Obat atau perlengkapan kesehatan anak
- Pakaian dan perlengkapan anak
- Stok makanan
- Peralatan memasak
- Perlengkapan laundry
Dengan begitu, ART tidak perlu mencari-cari barang setiap kali membutuhkannya.
Buibu juga bisa memberi tahu barang mana yang boleh digunakan dan mana yang sebaiknya tidak dipindahkan.
6. Siapkan Anak untuk Kehadiran Orang Baru
Kalau ART akan banyak berinteraksi dengan anak, jangan berharap anak langsung merasa dekat sejak hari pertama.
Ceritakan kepada anak bahwa akan ada orang baru yang membantu di rumah. Gunakan bahasa sederhana dan positif agar anak tidak merasa kehadiran ART sebagai sesuatu yang mengancam rutinitasnya.
Saat ART sudah datang, beri kesempatan anak untuk mengenalnya secara bertahap.
Buibu juga bisa menunjukkan aktivitas sederhana yang biasa dilakukan bersama anak, seperti membaca buku, bermain, makan, atau merapikan mainan.
Anak membutuhkan waktu untuk merasa aman dan nyaman dengan orang baru. Jadi, proses pendekatan tidak perlu dipaksakan.
7. Tentukan Cara Komunikasi Saat Buibu Sedang Bekerja
Ini salah satu hal penting untuk ibu bekerja.
Sebelum mulai bekerja, sepakati bagaimana komunikasi akan dilakukan ketika Buibu sedang di kantor atau bekerja dari rumah.
Misalnya:
- Kapan ART boleh menghubungi Buibu?
- Masalah seperti apa yang harus langsung dilaporkan?
- Apakah ada anggota keluarga lain yang bisa dihubungi?
- Bagaimana jika anak sakit?
- Bagaimana jika ada kebutuhan rumah yang mendadak?
Dengan aturan komunikasi yang jelas, ART tahu kapan harus mengambil keputusan sendiri dan kapan perlu meminta arahan.
Buibu juga tidak harus terus-menerus mengecek kondisi rumah selama jam kerja. Cukup tentukan sistem komunikasi yang sederhana dan sesuai kebutuhan keluarga.
8. Beri Waktu untuk Adaptasi
Hari-hari pertama biasanya menjadi masa penyesuaian untuk semua pihak.
ART perlu mengenal rumah, kebiasaan keluarga, cara kerja, dan rutinitas anak. Di sisi lain, Buibu juga perlu melihat bagaimana ART menjalankan tugas dan berkomunikasi dengan anggota keluarga.
Tidak semua hal harus langsung sempurna di hari pertama.
Jika ada pekerjaan yang belum sesuai, sampaikan dengan jelas dan spesifik. Begitu juga jika ada kebiasaan yang perlu diperbaiki.
Proses adaptasi yang baik bukan berarti membiarkan semuanya berjalan tanpa arahan, tetapi memberikan instruksi dan feedback yang cukup agar ART memahami standar keluarga.
9. Pastikan ART Sesuai dengan Kebutuhan Keluarga
Persiapan rumah memang penting, tetapi pemilihan ART tetap menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Untuk ibu bekerja, ART yang dibutuhkan bukan hanya yang bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Buibu juga perlu mempertimbangkan apakah pengalaman, kemampuan, cara berkomunikasi, dan kebiasaan kandidat sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Terlebih jika ART akan membantu mengurus anak, pertimbangkan pengalaman kandidat dengan usia anak yang sesuai dan kemampuan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan orang tua.
Karena itu, sebelum menentukan pilihan, pastikan kebutuhan keluarga sudah jelas dan komunikasikan ekspektasi sejak awal.
Sudah Siap Menyambut ART di Rumah?
Cari ART untuk ibu bekerja akan terasa lebih terarah ketika Buibu tidak hanya fokus mencari kandidat, tetapi juga menyiapkan rumah dan keluarga sebelum ART mulai bekerja.
Mulai dari menentukan jobdesk, mengenalkan rutinitas anak, membuat house rules, menyiapkan area kerja, sampai menentukan cara komunikasi saat Buibu sedang bekerja.
Dengan persiapan yang jelas, ART punya gambaran mengenai cara kerja di rumah, sementara Buibu dan anak punya waktu untuk beradaptasi dengan kehadiran orang baru.
Kalau Buibu masih bingung menentukan ART yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, CICANA membantu proses pencarian kandidat dengan pilihan ART, babysitter, caregiver, dan driver yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.
Cari bantuan untuk rumah dan keluarga yang sesuai bersama CICANA.
