ART Setelah Punya Anak? Ini 8 Pertimbangannya
Cari ART Setelah punya anak, kebutuhan keluarga di rumah bisa berubah cukup banyak. Waktu istirahat berkurang, pekerjaan rumah bertambah, dan rutinitas sehari-hari menjadi lebih padat. Dalam kondisi seperti ini, ART setelah punya anak bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu pekerjaan rumah sekaligus mendukung rutinitas keluarga.
Namun, memilih ART untuk keluarga dengan anak tidak cukup hanya dengan melihat apakah kandidat bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Pengalaman mengurus anak, cara berkomunikasi, kemampuan mengikuti aturan orang tua, hingga proses seleksi kandidat juga perlu dipertimbangkan sejak awal.
1. Tentukan Bantuan yang Benar-Benar Dibutuhkan
Sebelum memilih ART, coba lihat kembali rutinitas keluarga sehari-hari.
Apakah Buibu membutuhkan bantuan untuk:
- Membersihkan dan merapikan rumah?
- Memasak dan menyiapkan makanan?
- Mencuci dan menyetrika?
- Menemani anak saat orang tua bekerja?
- Membantu menyiapkan kebutuhan anak?
- Atau beberapa pekerjaan sekaligus?
Kebutuhan setiap keluarga bisa berbeda. Ada keluarga yang lebih membutuhkan bantuan pekerjaan rumah, sementara keluarga lainnya membutuhkan ART yang juga terbiasa mendampingi anak.
Dengan menentukan kebutuhan sejak awal, Buibu bisa lebih mudah memilih ART setelah punya anak yang kemampuan dan pengalamannya sesuai.
2. Sesuaikan dengan Usia dan Kebutuhan Anak
Kebutuhan anak juga berubah seiring usianya.
Bayi membutuhkan perhatian pada jadwal tidur, makan, kebersihan, dan perlengkapan yang lebih detail. Sementara anak yang sudah lebih besar mungkin membutuhkan pendampingan bermain, makan, belajar, atau aktivitas sehari-hari.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah kandidat pernah mengurus anak. Pertimbangkan juga apakah pengalaman tersebut relevan dengan usia anak Buibu saat ini.
Semakin spesifik kebutuhan anak, semakin penting untuk membicarakannya sejak awal dengan kandidat.
3. Perhatikan Pengalaman Kandidat Mengurus Anak
Pengalaman bisa menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih ART setelah punya anak.
Namun, jangan berhenti pada pertanyaan, “Sudah berapa lama mengurus anak?”
Gali pengalaman kandidat dengan pertanyaan yang lebih konkret, misalnya:
- Pernah mengurus anak usia berapa?
- Apa saja tanggung jawabnya saat itu?
- Bagaimana biasanya menghadapi anak yang rewel?
- Apakah pernah membantu menyiapkan makanan anak?
- Bagaimana jika anak sulit tidur?
- Apa yang dilakukan ketika anak jatuh atau mengalami kondisi tidak terduga?
Jawaban dari pertanyaan seperti ini dapat membantu Buibu memahami pengalaman kandidat secara lebih nyata.
4. Pastikan Cara Mengasuhnya Bisa Mengikuti Aturan Orang Tua
Setiap keluarga bisa memiliki pola pengasuhan yang berbeda.
Misalnya, ada aturan mengenai penggunaan gadget, jenis makanan, waktu tidur, aktivitas bermain, atau cara menghadapi anak ketika sedang tantrum.
ART tidak harus memiliki cara yang sama persis dengan orang tua. Namun, penting bagi kandidat untuk memahami dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan keluarga.
Karena itu, saat berdiskusi dengan kandidat, jelaskan kebiasaan dan aturan yang menurut Buibu penting untuk diterapkan kepada anak.
5. Perhatikan Cara Kandidat Berkomunikasi dengan Anak
Kemampuan mengurus anak bukan hanya soal menyelesaikan kebutuhan fisiknya.
Cara berbicara, memberikan instruksi, merespons tangisan, dan menghadapi anak ketika menolak sesuatu juga perlu diperhatikan.
Buibu bisa menggali bagaimana kandidat biasanya menghadapi situasi tertentu.
Contohnya, tanyakan:
“Kalau anak sedang menangis dan tidak mau makan, biasanya apa yang akan dilakukan?”
Dari jawaban tersebut, Buibu bisa mengetahui cara berpikir kandidat dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi sehari-hari.
6. Pertimbangkan Pembagian Peran antara ART dan Orang Tua
Setelah punya anak, pembagian peran di rumah menjadi semakin penting.
Jangan sampai ART mengira semua kebutuhan anak menjadi tanggung jawabnya, sementara orang tua memiliki ekspektasi yang berbeda.
Tentukan sejak awal:
- Pekerjaan apa yang menjadi tanggung jawab ART?
- Aktivitas anak apa yang boleh dibantu ART?
- Keputusan apa yang tetap harus dibuat orang tua?
- Kapan orang tua perlu dilibatkan?
- Siapa yang harus dihubungi jika terjadi situasi darurat?
Pembagian peran yang jelas dapat membantu menghindari salah paham setelah ART mulai bekerja.
7. Siapkan House Rules untuk Anak dan ART
Selain jobdesk, Buibu juga bisa membuat house rules sederhana.
Misalnya:
- Makanan tertentu tidak boleh diberikan kepada anak tanpa izin.
- Penggunaan gadget mengikuti aturan orang tua.
- Barang anak dikembalikan ke tempat semula.
- Jadwal tidur dan makan mengikuti rutinitas yang sudah ditentukan.
- Kondisi tertentu pada anak harus segera dilaporkan kepada orang tua.
Tidak perlu membuat aturan yang terlalu panjang. Fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan keamanan, kebiasaan, dan kenyamanan keluarga.
House rules ini juga akan membantu ART memahami lingkungan kerja sejak awal.
8. Jangan Lupakan Proses Seleksi dan Pengecekan Kandidat
Setelah menentukan kebutuhan keluarga, pengalaman, dan pembagian tugas, jangan lupa memperhatikan bagaimana kandidat diperoleh dan diseleksi.
Untuk keluarga dengan anak, aspek keamanan dan kepercayaan menjadi bagian penting dalam memilih ART setelah punya anak.
Buibu bisa mempertimbangkan apakah informasi kandidat jelas, pengalaman dapat diverifikasi, dan proses seleksinya dilakukan secara terstruktur.
Dengan begitu, keputusan tidak hanya berdasarkan kesan saat pertama bertemu, tetapi juga berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Setelah Punya Anak, Pilih ART yang Sesuai dengan Kebutuhan Keluarga
Memilih ART setelah punya anak bukan hanya tentang mencari orang yang bisa membantu pekerjaan rumah.
Buibu juga perlu mempertimbangkan usia dan kebutuhan anak, pengalaman kandidat, cara berkomunikasi, kesesuaian dengan aturan keluarga, serta pembagian peran antara ART dan orang tua.
Semakin jelas kebutuhan keluarga sejak awal, semakin mudah bagi Buibu untuk menentukan kandidat yang sesuai.
Kalau Buibu masih bingung menentukan ART yang cocok untuk kebutuhan rumah dan anak, CICANA menyediakan pilihan kandidat ART, babysitter, caregiver, dan driver dengan proses seleksi yang terstruktur.
Cari bantuan untuk rumah dan keluarga yang sesuai bersama CICANA.
