Kenapa Sering Ragu Saat ART Minta Izin? Ini Penyebabnya!

Kenapa Sering Ragu Saat ART Minta Izin? Ini Penyebabnya!

Dalam beberapa minggu terakhir, akun Instagram CiCANA kembali dipenuhi curhatan ART mengenai dilema yang ternyata dialami banyak keluarga: ART yang meminta izin keluar, sementara majikan masih bingung harus mengizinkan atau menahan.

Salah satu cerita datang dari seorang ART yang bekerja beberes dan momong. Ia bercerita bahwa dirinya ingin sesekali meminta izin keluar untuk “Me Time”.

Namun, ada keraguan yang ia alami. “Takutnya dibilang keluyuran, nanti dikira kurang niat kerja,” tulisnya. “Mau minta izin me time sehari aja rasanya ga enak bgt.” – Anonymous (IG @cicana.co)

Curhatan serupa juga datang dari seorang ART di kawasan Depok yang mengaku sering merasa serba salah saat ingin izin keluar. Ia bercerita bahwa beberapa kali majikannya memasang batasan, namun tetap terlihat ragu saat ia meminta izin meski alasannya jelas dan waktunya sudah disampaikan.

Ada pula ART lain yang mengaku pernah dianggap “lama” padahal ia pulang sesuai jam yang disepakati. Situasi seperti ini membuat banyak ART akhirnya memilih menahan diri karena takut disangka macam-macam.

Dari berbagai kisah tersebut, satu hal bisa disimpulkan: keraguan majikan bukan selalu karena tidak peduli, tapi karena pengalaman sebelumnya dan aturan yang belum jelas sehingga membuat mereka lebih berhati-hati dalam memberi izin.

Penyebab Umum Sering Ragu Saat ART Minta Izin

Berikut beberapa penyebab yang paling sering muncul:

1. Pengalaman Buruk di Masa Lalu

Pernah ditinggal mendadak, tidak kembali tepat waktu, atau izin yang awalnya “sebentar” menjadi berjam-jam—pengalaman seperti ini membuat majikan lebih berhati-hati.

2. Kekhawatiran Ritme Rumah Berantakan

Jadwal rumah yang padat, anak kecil yang butuh perhatian, atau aktivitas yang harus berjalan tepat waktu membuat Buibu takut kewalahan jika ART tidak ada.

3. Alasan Mendadak atau Kurang Jelas

Izin yang datang tiba-tiba tanpa detail durasi dan keperluan sering menimbulkan rasa ragu, karena majikan membutuhkan kepastian untuk mengatur pekerjaan rumah.

4. Tidak Ada Aturan yang Disepakati di Awal

Ketiadaan SOP atau kesepakatan mengenai izin keluar membuat semuanya jadi serba “situasional”, sehingga keputusan terasa berat dan rawan salah paham.

5. Takut Izin Jadi Kebiasaan

Beberapa Buibu khawatir jika aturan terlalu longgar, maka permintaan izin akan menjadi lebih sering, apalagi di minggu-minggu awal kerja.

Gimana Supaya Keputusan Memberi Izin Bisa Lebih Tenang?

Banyak keluarga menemukan bahwa kuncinya adalah komunikasi yang jelas sejak awal. Misalnya:

  • tentukan jam kerja dan batas izin harian,
  • buat aturan soal pemberitahuan minimal H-1 kecuali darurat,
  • sepakati durasi izin yang wajar,
  • pastikan kedua pihak saling memahami alasan dan kebutuhan masing-masing.

Dengan adanya batasan yang jelas, keputusan jadi lebih ringan, dan hubungan kerja pun lebih sehat tanpa Buibu merasa kesulitan, dan tanpa ART merasa tidak dipercaya.

Bagaimana Cara Cicana Membantu?

Keraguan saat ART minta izin sebenarnya bisa berkurang kalau sejak awal sudah ada aturan, ekspektasi, dan komunikasi yang jelas. Karena itu, banyak keluarga merasa terbantu ketika punya panduan yang membuat keputusan-keputusan kecil seperti ini jadi lebih ringan.

Untuk mendukung hubungan kerja yang lebih sehat, Cicana menyediakan salary range terstandar sebagai acuan resmi dalam proses meng-hire Pekerja Rumah Tangga. Dengan pedoman yang jelas, majikan dan ART bisa mulai dari dasar yang adil dan transparan sehingga kepercayaan dan kenyamanan kerja lebih mudah dibangun.

Kalau Buibu ingin cari ART yang terverifikasi, tersertifikasi, dan prosesnya transparan, langsung hubungi admin Cicana ya. Kami siap bantu dari awal sampai cocok!