ART di Bawah Umur dan Gaji Tidak Sesuai Janji: Kenapa Hal Ini Masih Terjadi?
Belakangan ini, kasus pekerja rumah tangga (ART) di bawah umur kembali menjadi sorotan publik. Tidak hanya soal usia yang belum memenuhi syarat bekerja, tetapi juga terkait gaji yang tidak sesuai dengan janji awal (underpaid).
Kasus ini memunculkan pertanyaan penting:
Apakah masih wajar menerima ART yang ternyata masih di bawah umur?
Isu ini bukan hanya soal pekerjaan rumah tangga, tetapi juga menyangkut perlindungan anak dan hak pekerja.
Kasus ART di Bawah Umur yang Viral
Sebuah kasus yang diberitakan oleh media nasional mengungkap bahwa seorang remaja di bawah umur bekerja sebagai ART di sebuah rumah tangga. Ia disebut dijanjikan gaji sekitar Rp1,5 juta per bulan, namun kenyataannya kondisi kerja yang dialami jauh dari yang dijanjikan.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak berwajib pada 19 November 2025, namun proses penanganannya baru berjalan beberapa bulan kemudian. Hingga kini, korban disebut masih mengalami trauma akibat pengalaman yang dialaminya.
(Sumber: Kompas, 2026)
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang praktik underage dan underpaid yang masih terjadi dalam sektor pekerjaan rumah tangga.
Mengapa ART di Bawah Umur Tidak Diperbolehkan?
Anak yang masih di bawah umur seharusnya fokus pada pendidikan dan perkembangan dirinya, bukan bekerja sebagai pekerja rumah tangga.
Ada beberapa alasan mengapa praktik ini tidak diperbolehkan:
1. Melanggar hak anak
Anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, dan lingkungan yang aman.
2. Rentan terhadap eksploitasi
Anak di bawah umur sering kali tidak memahami hak mereka sebagai pekerja, sehingga lebih rentan terhadap perlakuan tidak adil.
3. Risiko kekerasan dan tekanan kerja
Lingkungan kerja yang tidak sesuai bisa membuat anak mengalami tekanan mental maupun fisik.
Karena itu, memastikan usia pekerja sebelum menerima ART menjadi langkah penting bagi setiap keluarga.
Masalah Lain: Gaji Tidak Sesuai Janji (Underpaid)
Selain isu usia, masalah lain yang sering muncul adalah gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Dalam beberapa kasus, pekerja dijanjikan nominal tertentu oleh pihak perekrut, namun setelah bekerja mereka menerima jumlah yang berbeda. Hal ini tentu merugikan pekerja dan dapat menimbulkan konflik antara pekerja dan keluarga pengguna jasa.
Transparansi sejak awal menjadi hal penting agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Pentingnya Proses Seleksi yang Jelas
Kasus seperti ini kembali mengingatkan bahwa penting bagi keluarga untuk memastikan bahwa pekerja yang datang ke rumah telah melalui proses seleksi yang jelas, termasuk verifikasi usia dan kesepakatan kerja.
Dengan proses yang transparan, baik keluarga maupun pekerja dapat memiliki ekspektasi yang sama sejak awal.
Komitmen Cicana: Tidak Menerima Kandidat di Bawah Umur
Sebagai penyalur pekerja rumah tangga, Cicana memiliki komitmen untuk tidak menerima kandidat dengan usia di bawah umur.
Seluruh kandidat yang terdaftar melalui proses seleksi, termasuk verifikasi identitas dan usia, sehingga keluarga dapat merasa lebih tenang saat memilih pekerja yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mendorong praktik kerja yang lebih aman, adil, dan transparan bagi semua pihak.
Yuk Daftar Jadi ART di Cicana!
Cicana membuka kesempatan bagi Anda yang ingin bekerja sebagai ART menginap (live-in), ART infal, maupun infal lanjut permanen.
Dapatkan kesempatan kerja dengan proses yang lebih jelas dan penempatan yang terstruktur.
📞 Daftar sekarang: 0821-7777-1674
