Kasus ART Viral di Mataram Kuras Rekening Majikan Rp 200 Juta
Kasus ART viral kembali melibatkan seoarang Asisten Rumah Tangga (ART) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pelaku dilaporkan menguras rekening majikannya hingga lebih dari Rp 200 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli berbagai barang bernilai tinggi, mulai dari motor sport hingga perhiasan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan dalam memilih ART tidak hanya soal kemampuan bekerja, tetapi juga soal proses seleksi, pengawasan, dan sistem perlindungan dari awal.
Kronologi Kasus ART Kuras Rekening Majikan
Kasus ini melibatkan seorang ART berinisial NKW yang bekerja di rumah majikannya. Aksi kejahatan bermula ketika pelaku menemukan dua kartu ATM milik majikan yang disimpan di atas meja, lengkap dengan catatan PIN.
Dengan memanfaatkan kelengahan tersebut, pelaku mulai menarik uang secara bertahap. Penarikan dilakukan menggunakan bantuan pihak lain, dengan nominal sekitar Rp 10 juta setiap transaksi agar tidak terlalu mencurigakan.
Korban baru menyadari uangnya hilang setelah mengecek saldo rekening. Karena merasa tidak pernah melakukan transaksi penarikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Uang Hasil Kejahatan Digunakan untuk Gaya Hidup dan Bisnis

Dana ratusan juta rupiah yang berhasil diambil digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa pembelian yang terungkap antara lain:
- Motor sport CBR bekas sekitar Rp 67 juta
- Motor F1 ZR sekitar Rp 14 juta
- Perhiasan emas
- Smart watch dan barang elektronik
- Sepeda listrik
- Gadai mobil Daihatsu Sigra
- Modal menjalankan pinjaman uang ke orang lain
Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan dilakukan secara bertahap dan terencana, bukan impulsif.
Kenapa Kasus Seperti Ini Bisa Terjadi?
Kasus seperti ini sering terjadi bukan hanya karena niat jahat, tapi karena ketidakseimbangan relasi kerja di rumah tangga. Di banyak rumah, ART bisa melihat gaya hidup, pola belanja, atau kebiasaan finansial majikan setiap hari. Jika tidak ada batas profesional yang jelas, ini bisa memicu dorongan untuk mencoba mengambil keuntungan.
- Terlalu Cepat Memberi Akses Tanpa Proses Adaptasi
Banyak keluarga langsung memberi akses penuh ke ART sejak hari pertama—mulai dari area rumah, rutinitas keluarga, hingga kebiasaan pribadi. Padahal, masa awal kerja seharusnya menjadi fase saling mengenal dan menilai kecocokan. Tanpa masa adaptasi, majikan tidak punya waktu melihat pola kerja, kejujuran, dan cara ART menjaga batas tanggung jawabnya. - Menilai ART Hanya dari Kesan Awal, Bukan Konsistensi Perilaku
Kesan pertama sering menipu. ART yang terlihat sopan, rapi, dan cepat belajar belum tentu menunjukkan karakter kerja dalam jangka panjang. Karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan biasanya baru terlihat setelah bekerja beberapa waktu. Jika proses seleksi hanya berdasarkan kesan awal, risiko salah pilih jadi lebih besar. - Tidak Ada Kesepakatan Batas Profesional dalam Rumah Tangga
Di banyak rumah, hubungan kerja ART dibuat terlalu santai agar terasa nyaman. Namun tanpa batas yang jelas, ART bisa tanpa sadar mengetahui terlalu banyak hal tentang kehidupan pribadi atau finansial keluarga. Hubungan kerja yang sehat tetap perlu batas profesional agar masing-masing pihak tahu area tanggung jawab dan area privasi.
Karena itu, yang paling penting bukan hanya mencari ART yang “terlihat baik”, tapi memastikan proses seleksi, filtering, dan kecocokan dilakukan dengan serius sejak awal.
Cara Mencegah Risiko Saat Memilih ART
Belajar dari kasus ini, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Jangan pernah menyimpan ATM dan PIN dalam satu tempat
- Batasi akses ART terhadap dokumen finansial
- Gunakan sistem rekrutmen dengan proses verifikasi
- Pastikan ada masa adaptasi dan evaluasi di awal kerja
- Pilih platform atau lembaga dengan sistem perlindungan yang jelas
Pendekatan ini bukan soal tidak percaya, tetapi membangun sistem kerja yang aman untuk semua pihak.
Memilih ART Aman Bukan Sekadar Soal Kepercayaan
Kasus ART viral dan kriminal menjadi pengingat bahwa memilih ART perlu dilakukan dengan lebih hati-hati dan sistematis. Selain menjaga keamanan pribadi, keluarga juga perlu memastikan proses rekrutmen dilakukan secara terstruktur.
Jika Anda ingin mencari ART dengan proses yang lebih aman dan terverifikasi, Anda bisa mencari ART melalui Cicana yang menyediakan proses penyaringan kandidat, sistem kerja jelas, serta dukungan layanan untuk meminimalkan risiko.
👉 Cari ART aman dan konsultasikan kebutuhan rumah Anda dengan Cicana, agar proses pencarian lebih tenang dan terarah sejak awal. Hubungi kami sekarang di WhatsApp 0822-1111-3614
