Apakah Wajib ART Punya Hari Libur? Ini Penjelasan Hukumnya
Memastikan Asisten Rumah Tangga (ART) mendapatkan hari libur bukan hanya soal empati dan etika, tetapi juga merupakan kewajiban hukum yang harus dipahami setiap majikan. Di tengah padatnya aktivitas keluarga modern, terutama di kota besar, pertanyaan seperti “Apakah ART wajib punya hari libur?” masih sering muncul dan kerap menimbulkan kesalahpahaman.
Sebagai platform penyalur ART profesional yang menjunjung transparansi dan keadilan, Cicana menghadirkan panduan lengkap dan mudah dipahami mengenai hari libur ART, mulai dari dasar hukum, alasan pentingnya hari libur, hingga cara mengatur jadwal tanpa mengganggu operasional rumah tangga. Artikel ini dirancang agar menjadi referensi yang benar, legal, dan relevan dengan praktik lapangan di Indonesia.
Dasar Hukum Hari Libur ART Menurut UU No. 18 Tahun 2017
Hak hari libur bagi ART bukan sekadar kesepakatan lisan, melainkan telah diatur dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Dalam regulasi ini, ART secara tegas memiliki hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemberi kerja.
Beberapa hak utama ART menurut undang-undang meliputi:
- Waktu istirahat yang layak
- Hari libur mingguan
- Hak cuti sesuai perjanjian kerja
- Jam kerja yang manusiawi
Regulasi ini menegaskan bahwa hari libur ART adalah hak normatif, bukan kebijakan opsional. ART yang bekerja live in (tinggal di rumah majikan) maupun live out (pulang-pergi) tetap berhak mendapatkan hari libur yang jelas dan disepakati sejak awal.
Undang-undang juga menekankan pentingnya kesepakatan kerja yang memuat aturan jam kerja, waktu istirahat, dan hari libur. Jika ART tidak mendapatkan hari libur sama sekali, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak dasar pekerja rumah tangga.
Kenapa Hari Libur ART Wajib Diberikan oleh Majikan?
Pemberian hari libur bukan hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga membawa dampak positif bagi ART dan keluarga majikan. Berikut alasan utama mengapa hari libur ART tidak boleh diabaikan.
1. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental ART
Pekerjaan rumah tangga bersifat repetitif, mengandalkan tenaga fisik, dan menuntut konsentrasi tinggi setiap hari. Tanpa waktu istirahat yang cukup, ART berisiko mengalami kelelahan kronis.
Beberapa dampak yang sering muncul jika ART tidak mendapatkan hari libur antara lain kelelahan berkepanjangan, penurunan daya tahan tubuh, stres emosional, hingga burnout. Hari libur memberi ruang bagi ART untuk memulihkan tenaga, menjaga kesehatan mental, dan mempertahankan kualitas hidup yang layak.
2. Meningkatkan Kualitas Kerja dan Produktivitas
ART yang mendapatkan hak istirahat dengan baik cenderung bekerja lebih optimal. Mereka lebih teliti, lebih fokus, dan lebih konsisten dalam menjalankan tugas harian.
Dengan ritme kerja yang seimbang, majikan akan merasakan manfaat langsung berupa kualitas pekerjaan yang stabil, minim kesalahan, serta hubungan kerja yang lebih profesional dan nyaman.
3. Menghindari Sengketa Hukum dan Konflik Kerja
Mengabaikan hari libur ART berpotensi menimbulkan konflik, mulai dari keluhan internal hingga laporan ke pihak berwenang. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak hubungan kerja dan reputasi majikan.
Dengan mematuhi aturan hari libur, majikan tidak hanya bertindak etis, tetapi juga melindungi diri dari risiko hukum dan konflik yang tidak perlu.
Pengaturan Hari Libur ART yang Benar Berdasarkan Praktik Lapangan

Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, ada praktik terbaik yang dapat diterapkan agar pengaturan hari libur ART tetap adil dan realistis.
1. Pentingnya Perjanjian Kerja Tertulis
Perjanjian kerja tertulis sangat dianjurkan untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Dokumen ini sebaiknya memuat hari libur mingguan, jam kerja harian, waktu istirahat, kebijakan lembur, serta tugas dan tanggung jawab ART.
Dengan adanya kesepakatan tertulis, baik majikan maupun ART memiliki acuan yang jelas dan adil.
2. Hari Libur ART Boleh Fleksibel, tapi Tidak Boleh Hilang
Dalam praktiknya, hari libur ART dapat diatur secara fleksibel, misalnya libur digeser ke hari lain atau dilakukan secara bergilir. Namun, fleksibilitas ini tidak boleh menghilangkan hak libur sama sekali.
ART tetap harus mendapatkan waktu bebas tugas minimal satu hari dalam seminggu, sesuai kesepakatan bersama.
3. Pengaturan Khusus untuk ART Live In
Masih banyak majikan yang beranggapan bahwa ART live in tidak memerlukan hari libur karena tinggal di rumah. Padahal, ART live in tetap memiliki hak libur penuh, jam kerja yang jelas, serta ruang privasi.
Tanpa pengaturan yang sehat, ART live in berisiko mengalami kelelahan ekstrem yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan kerja.
4. Lembur dan Kompensasi Hari Libur
Jika ART diminta bekerja pada hari liburnya, maka harus ada persetujuan dua arah dan kompensasi yang jelas, baik berupa upah lembur maupun pengganti hari libur di hari lain.
Prinsip utama dalam hubungan kerja adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Cara Mengatur Hari Libur ART Tanpa Mengganggu Aktivitas Rumah
Dengan perencanaan yang tepat, hari libur ART tidak akan mengacaukan aktivitas rumah tangga. Majikan dapat membagi tugas secara efisien, membuat jadwal kerja yang jelas, serta menerapkan sistem giliran jika memiliki lebih dari satu ART.
Pendekatan yang terstruktur membantu rumah tetap berjalan rapi, meskipun ART sedang menikmati waktu liburnya.
Peran Cicana dalam Mewujudkan Hubungan Kerja yang Adil dan Profesional
Di Cicana, kami percaya bahwa hubungan kerja yang sehat dimulai dari aturan yang jelas dan saling menghargai. Oleh karena itu, kami menyediakan proses penempatan ART yang transparan, validasi identitas, kontrak kerja yang sah, serta panduan hak dan kewajiban bagi majikan.
Dengan sistem yang profesional, ART dapat bekerja dengan aman dan nyaman, sementara keluarga mendapatkan tenaga kerja yang produktif dan terpercaya.
Baca artikel lainnya: Cuti ART Pulang Pergi Saat Tahun Baru: Hak, Jenis Cuti, dan Skema Upah
Hari Libur ART adalah Hak, Bukan Pilihan
Hari libur ART bukanlah bentuk kebaikan hati semata, melainkan hak yang diatur hukum dan penting bagi keberlangsungan hubungan kerja yang sehat. Dengan memenuhi hak ini, majikan membantu menciptakan lingkungan kerja yang manusiawi, profesional, dan berkelanjutan.
Jika Anda ingin memiliki ART yang loyal, produktif, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab, pastikan hak-hak dasarnya terpenuhi sejak awal.
Ingin merekrut ART profesional dengan sistem kerja yang legal dan jelas?
Kunjungi Cicana.co dan bangun kerja sama yang adil untuk keluarga dan ART Anda. Hubungi admin kami sekarang.
