4 Kesalahan Menentukan Ukuran Kamar ART di Rumah Minimalis
Kamar ART yang ideal untuk rumah minimalis seperti apa? Di rumah minimalis, keterbatasan ruang sering membuat kamar ART menjadi area yang paling “dikompromikan”. Padahal, kamar Asisten Rumah Tangga bukan sekadar tempat tidur, melainkan ruang istirahat utama yang sangat memengaruhi kesehatan, emosi, dan keberlanjutan hubungan kerja. Banyak majikan baru menyadari masalah ini setelah ART menginap beberapa waktu—ketika kelelahan, ketidaknyamanan, atau keinginan pindah mulai muncul.
Agar tidak salah langkah, berikut empat kesalahan yang paling sering terjadi, lengkap dengan standar ukuran dan fasilitas kamar istirahat ART yang wajar untuk rumah minimalis.
Menganggap Kamar ART Cukup Asal Ada Ruangan
Kesalahan paling umum adalah menganggap kamar tidur untuk ART tidak perlu direncanakan, asalkan ada ruang tertutup untuk tidur. Di rumah minimalis, kamar tidur ART sering berakhir di sisa ruang belakang, dekat dapur atau area cuci, dengan ukuran yang sangat terbatas.
Standar minimal yang sering diabaikan:
- Ukuran minimum kamar ART: ± 2 x 2 meter (4 m²)
Ini ukuran paling dasar agar ART bisa tidur, berdiri, dan bergerak untuk berganti pakaian. - Ukuran ideal (lebih manusiawi): 2 x 2,5 meter hingga 2 x 3 meter
Tanpa ukuran ini, kamar akan terasa “sekadar tempat rebahan”, bukan ruang istirahat.
Ukuran Kamar Terlalu Kecil hingga Tidak Fungsional
Banyak kamar asisten rumah tangga hanya cukup untuk kasur tipis yang menempel ke dinding, tanpa ruang sirkulasi. Akibatnya, ART tidak punya tempat menyimpan barang pribadi atau bergerak dengan nyaman.
Fungsi dasar yang harus muat di kamar ART:
- Kasur single (90 x 200 cm)
- Ruang sirkulasi minimal ±60 cm
- Tempat menyimpan pakaian (lemari kecil atau rak)
Jika kasur saja sudah memenuhi seluruh ruangan, maka kamar tersebut belum layak secara fungsional, meski secara teknis “ada kamar”.
Baca Artikel terkait lainnya: Perlu ART Menginap untuk Rumah Besar? Ini Jam Kerja ART dan Standar Tugasnya
Mengabaikan Ventilasi, Pencahayaan, dan Sirkulasi Udara
Di rumah minimalis, kamar ART sering ditempatkan di area tanpa jendela atau hanya mengandalkan ventilasi kecil. Padahal, ventilasi dan pencahayaan sama pentingnya dengan ukuran.
Standar minimum yang seharusnya ada:
- Ventilasi udara (jendela atau exhaust fan aktif)
- Pencahayaan alami (jika memungkinkan) atau lampu utama yang memadai
- Kamar tidak lembap dan tidak berbau
Kamar yang sedikit lebih kecil masih bisa terasa layak jika udaranya baik. Sebaliknya, kamar yang lebih besar akan tetap tidak nyaman jika pengap dan gelap.
Tidak Menyesuaikan Kamar dengan Sistem Kerja ART (Menginap vs PP)
Kesalahan terakhir adalah menyamakan kebutuhan kamar ART menginap dengan ART pulang-pergi. ART menginap menggunakan kamar setiap hari, sehingga kebutuhannya lebih dari sekadar tempat tidur.
Standar fasilitas minimum kamar tidur untuk ART menginap:
- Kasur yang layak (bukan kasur tipis darurat)
- Lemari atau rak pakaian
- Stop kontak listrik
- Akses kamar mandi yang jelas
- Privasi (bisa dikunci, tidak jadi lalu-lalang)
Jika kamar terlalu kecil atau minim fasilitas, ART akan merasa hanya “menumpang tidur”, bukan tinggal untuk bekerja jangka panjang.
Ukuran dan Fasilitas Kamar ART Menentukan Kenyamanan Kerja
Di rumah minimalis, keterbatasan ruang memang nyata. Namun, kamar ART yang layak tetap bisa diwujudkan dengan standar minimum yang jelas—ukuran cukup, ventilasi baik, dan fasilitas dasar terpenuhi. Kesalahan dalam menentukan kamar ART sering menjadi penyebab ART tidak betah, meski gaji dan jam kerja sudah disepakati.
Agar tidak salah langkah sejak awal, penting bagi majikan memahami kebutuhan ART—bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga ruang hidup yang disediakan. Untuk membantu proses ini, Anda dapat membaca e-Book The Art of Choosing ART, panduan praktis yang membahas cara memilih ART secara lebih sadar dan berkelanjutan, termasuk aspek tempat tinggal, sistem kerja, hingga komunikasi yang sehat antara majikan dan ART. Dengan pemahaman yang tepat, hubungan kerja dapat terbangun lebih nyaman, adil, dan jangka panjang.
Dapatkan e-Booknya disini untuk tips seputar ART lainnya!
