ART Tidak Mudik Saat Idul Adha, Apakah Dihitung Infal?
Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen penting bagi umat muslim di Indonesia. Selain identik dengan ibadah kurban dan kumpul keluarga, perayaan ini juga sering dimanfaatkan oleh para Asisten Rumah Tangga (ART) untuk mudik ke kampung halaman. Namun di sisi lain, ada pula ART yang memilih tetap bekerja selama Idul Adha karena berbagai alasan, mulai dari kebutuhan ekonomi hingga kesepakatan kerja dengan majikan.
Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan yang cukup sering dibahas oleh pekerja rumah tangga maupun pemberi kerja:
Apakah ART yang tidak mudik saat Idul Adha dan tetap bekerja dihitung sebagai ART infal?
Jawabannya adalah ya. Bagi ART beragama muslim yang tetap bekerja saat Hari Raya Idul Adha, maka status kerjanya dapat dihitung sebagai ART infal dengan perhitungan infal selama 2 hari, yaitu:
- Hari Raya Idul Adha
- Satu hari setelah Hari Raya Idul Adha
Ketentuan ini menjadi standar yang umum digunakan, termasuk dalam sistem kerja yang diterapkan oleh CICANA.
Apa Itu ART Infal?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai perhitungan saat Idul Adha, penting untuk memahami terlebih dahulu arti dari ART infal.
ART infal adalah pekerja rumah tangga yang bekerja pada periode hari besar atau musim libur ketika banyak ART reguler mengambil cuti atau mudik. Karena bekerja di waktu yang tergolong khusus, maka sistem penggajiannya pun berbeda dibandingkan pekerja harian atau bulanan biasa.
Biasanya, ART infal bekerja dalam jangka waktu tertentu, seperti:
- Saat Lebaran Idul Fitri
- Hari Raya Idul Adha
- Libur Natal dan Tahun Baru
- Pengganti sementara ART yang cuti
Karena kebutuhan rumah tangga tetap berjalan selama hari raya, keberadaan ART infal menjadi sangat penting bagi banyak keluarga, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Mengapa ART yang Tetap Bekerja Saat Idul Adha Dihitung Infal?
Idul Adha merupakan hari besar keagamaan umat muslim yang memiliki nilai sakral dan biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh sebab itu, ketika seorang ART muslim tetap memilih bekerja pada hari tersebut, maka terdapat kompensasi khusus yang diberikan dalam bentuk sistem infal.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap pekerja yang tetap menjalankan tanggung jawab kerja di tengah momen hari raya.
Selain itu, pada periode Idul Adha umumnya aktivitas rumah tangga juga meningkat, seperti:
- Persiapan masakan kurban
- Membersihkan rumah setelah acara keluarga
- Menjaga anak ketika keluarga sibuk
- Membantu kegiatan dapur dalam jumlah besar
Karena beban kerja cenderung bertambah, maka sistem infal menjadi bentuk penghargaan yang wajar bagi ART yang tetap bertugas.
Perhitungan ART Infal Saat Hari Raya Idul Adha
Dalam standar kerja CICANA, ART yang bekerja saat Idul Adha akan dihitung sebagai pekerja infal selama 2 hari.
Perhitungan tersebut meliputi:
| Hari | Status |
|---|---|
| Hari Raya Idul Adha | Infal |
| H+1 Idul Adha | Infal |
Artinya, meskipun ART tersebut merupakan pekerja reguler, namun selama dua hari tersebut sistem penggajiannya mengikuti tarif infal harian.
Ketentuan ini berlaku khusus bagi ART muslim yang tetap bekerja dan tidak mengambil cuti mudik selama perayaan Idul Adha berlangsung.
Perbedaan Gaji ART Reguler dan ART Infal
Salah satu perbedaan paling mencolok antara ART biasa dan ART infal adalah sistem penggajiannya.
ART reguler umumnya menerima gaji bulanan tetap sesuai kesepakatan awal kerja. Sementara itu, ART infal menggunakan sistem pembayaran harian dengan nominal yang lebih tinggi.
Hal ini karena:
- Waktu kerja berada di periode hari raya
- Permintaan ART meningkat drastis
- Jumlah pekerja yang tersedia lebih sedikit
- Beban pekerjaan cenderung lebih besar
Dalam praktiknya, gaji ART infal di wilayah Jabodetabek dapat berbeda tergantung:
- Jenis pekerjaan
- Pengalaman kerja
- Jumlah anggota keluarga
- Sistem kerja menginap atau pulang pergi
- Tugas tambahan seperti memasak atau momong anak
Namun yang paling penting, standar CICANA menetapkan bahwa:
| Kategori | Menginap | Pulang Pergi |
|---|---|---|
| ART Beberes | Rp 200–300 Ribu / Hari | Rp 150–220 Ribu / Hari |
| Babysitter | Rp 270–350 Ribu / Hari | Rp 220–270 Ribu / Hari |
| Caregiver / Perawat Lansia | Rp 270–350 Ribu / Hari | Rp 220–270 Ribu / Hari |
Gaji yang diterima pekerja merupakan gaji bersih tanpa potongan.
Dengan sistem yang transparan, pekerja dapat mengetahui secara jelas nominal yang diterima tanpa adanya pemotongan tersembunyi.
Fenomena Meningkatnya Permintaan ART Infal Saat Idul Adha
Menjelang Hari Raya Idul Adha, kebutuhan ART infal biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Banyak keluarga membutuhkan bantuan tambahan karena ART reguler mereka pulang kampung atau mengambil cuti.
Beberapa posisi yang paling banyak dicari saat Idul Adha antara lain:
- ART beberes rumah
- ART masak
- ART momong anak
- Babysitter
- Caregiver lansia
- ART kombinasi beberes dan masak
Di kawasan Jabodetabek sendiri, pencarian pekerja infal sering meningkat beberapa minggu sebelum hari raya berlangsung.
Karena tingginya permintaan, banyak pekerja memilih mengambil kesempatan kerja infal untuk memperoleh penghasilan tambahan dalam waktu singkat.
Keuntungan Menjadi Mitra Pekerja di CICANA
Bagi pekerja yang ingin bekerja sebagai ART, babysitter, maupun caregiver, bergabung dengan CICANA memberikan berbagai keuntungan yang lebih aman dan transparan.
Berikut beberapa benefit yang bisa didapatkan:
1. Biaya Pendaftaran Gratis
Pekerja tidak dikenakan biaya pendaftaran sehingga proses bergabung menjadi lebih ringan dan tidak membebani calon pekerja.
2. Tidak Ada Penahanan KTP atau Dokumen Pribadi
Keamanan dokumen pribadi menjadi prioritas penting. Pekerja tetap memegang dokumen milik sendiri tanpa ada penahanan identitas.
3. Tidak Ada Sistem Tampung
Pekerja tidak perlu tinggal di penampungan. Setelah mendapatkan pekerjaan yang sesuai, pekerja dapat langsung berangkat ke rumah pemberi kerja.
4. Ada Masa Adaptasi 2×24 Jam
Masa adaptasi membantu pekerja dan pemberi kerja saling menyesuaikan sehingga proses kerja menjadi lebih nyaman dan minim konflik.
5. Tidak Ada Potongan Gaji
Sistem gaji transparan menjadi salah satu keunggulan penting. Gaji yang diterima pekerja merupakan hak penuh tanpa pemotongan yang merugikan.
6. Memiliki Hak Cuti
Pekerja tetap memiliki hak cuti setiap bulannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Syarat Menjadi Pekerja ART di CICANA
Untuk menjaga kualitas layanan dan kenyamanan kerja, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh calon pekerja.
Berikut kriteria umum pekerja di CICANA:
- Berusia 18–46 tahun
- Tidak memiliki tato
- Memiliki KTP fisik
- Memiliki dokumen pribadi pendukung
- Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia
- Sehat jasmani dan rohani
- Tidak merokok
Dengan proses seleksi yang jelas, pekerja dan pemberi kerja dapat memperoleh kenyamanan serta rasa aman selama bekerja sama.
ART yang Tetap Bekerja Saat Idul Adha Dihitung Sebagai ART Infal
Bagi ART muslim yang tetap bekerja saat Hari Raya Idul Adha dan tidak mudik, maka status kerjanya dapat dihitung sebagai ART infal selama 2 hari, yaitu pada hari raya dan satu hari setelahnya.
Sistem infal diterapkan karena pekerja tetap menjalankan tugas di momen hari besar keagamaan yang umumnya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Oleh sebab itu, sistem penggajiannya pun berbeda dengan pekerja reguler biasa.
Dengan meningkatnya kebutuhan ART saat Idul Adha, keberadaan pekerja infal menjadi solusi penting bagi banyak keluarga, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Bagi Anda yang ingin bekerja sebagai ART, babysitter, caregiver, atau driver dengan sistem yang lebih aman dan transparan, CICANA menjadi salah satu pilihan terpercaya dengan berbagai keuntungan bagi pekerja.
CICANA menjadi solusi terbaik dan terpercaya bagi Anda yang mencari pekerjaan sebagai ART, Babysitter, Caregiver, atau Driver di wilayah Jabodetabek. Semua proses dilakukan secara online, gratis, dan tanpa potongan. Dengan ratusan lowongan baru setiap minggu, CICANA adalah jembatan menuju pekerjaan yang layak dan masa depan yang lebih baik. Hubungi dan Daftar disini!
