ART Sudah Mulai Bekerja, tapi Tugasnya Tidak Sesuai Harapan? Ini Cara Menyepakati Jobdesk Sejak Awal
Pernah merasa sudah menjelaskan pekerjaan rumah kepada ART, tetapi setelah mulai bekerja ternyata ada beberapa tugas yang tidak dilakukan sesuai harapan? Situasi seperti ini bisa terjadi ketika keluarga dan pekerja memiliki pemahaman yang berbeda mengenai tanggung jawab pekerjaan.
Misalnya, keluarga menganggap ART bertugas membersihkan seluruh area rumah, mencuci, menyetrika, sekaligus memasak. Namun, ART hanya memahami bahwa tugas utamanya adalah membersihkan rumah dan mencuci pakaian.
Perbedaan ekspektasi tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman, terutama jika tidak dibicarakan sejak awal.
Karena itu, menentukan tugas ART bukan sekadar membuat daftar pekerjaan. Keluarga juga perlu menjelaskan prioritas, frekuensi, batas tanggung jawab, dan waktu pengerjaan agar kedua pihak memiliki pemahaman yang sama.
Lalu, bagaimana cara menyusun jobdesk ART yang jelas dan sesuai kebutuhan rumah?
1. Tentukan Pekerjaan Utama yang Paling Dibutuhkan
Sebelum mencari ART, keluarga perlu mengenali pekerjaan rumah apa saja yang paling membutuhkan bantuan.
Jangan langsung menggabungkan semua pekerjaan tanpa mempertimbangkan beban dan waktu pengerjaannya. Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas rumah tangga yang paling sering dilakukan.
Contohnya:
- Membersihkan lantai dan area rumah.
- Mencuci serta menyetrika pakaian.
- Menyiapkan makanan.
- Merapikan kamar tidur.
- Membersihkan kamar mandi.
- Menjaga kebersihan dapur.
- Membantu kebutuhan rumah tangga lainnya sesuai kesepakatan.
Setelah itu, tentukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab utama ART dan pekerjaan tambahan yang hanya dilakukan jika waktu memungkinkan.
Dengan cara ini, keluarga memiliki gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan tenaga bantuan sebelum memilih kandidat.
2. Sesuaikan Tugas ART dengan Kondisi Rumah
Jumlah anggota keluarga dan kondisi rumah dapat memengaruhi banyaknya pekerjaan yang perlu diselesaikan.
Rumah yang dihuni oleh dua orang dewasa tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah yang dihuni keluarga besar bersama anak-anak atau anggota keluarga lanjut usia.
Begitu juga dengan rumah bertingkat, rumah dengan hewan peliharaan, atau keluarga yang memiliki aktivitas memasak setiap hari.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
Jumlah anggota keluarga
Semakin banyak penghuni rumah, semakin banyak pula aktivitas yang mungkin menghasilkan pekerjaan tambahan, seperti mencuci pakaian, menyiapkan makanan, dan membersihkan area bersama.
Luas dan kondisi rumah
Jumlah ruangan, lantai, kamar mandi, serta area yang perlu dibersihkan dapat memengaruhi waktu pengerjaan.
Rutinitas keluarga
Keluarga yang sering memasak di rumah mungkin membutuhkan bantuan lebih banyak di area dapur. Sementara itu, keluarga dengan anak kecil mungkin memiliki kebutuhan tambahan untuk menjaga kebersihan perlengkapan dan area bermain anak.
Dengan memahami kondisi tersebut, keluarga dapat menyusun tugas ART secara lebih realistis.
3. Bedakan Tugas Harian, Mingguan, dan Berkala
Salah satu penyebab pekerjaan terasa tidak selesai adalah semua tugas dianggap harus dilakukan setiap hari.
Padahal, tidak semua pekerjaan rumah memiliki frekuensi yang sama. Ada pekerjaan yang perlu dilakukan setiap hari, sementara pekerjaan lainnya cukup dilakukan beberapa kali dalam seminggu.
Agar lebih mudah dipahami, keluarga bisa membagi tugas ART berdasarkan frekuensi pengerjaannya.
Tugas harian:
- Menyapu dan mengepel area yang digunakan.
- Merapikan tempat tidur.
- Mencuci peralatan makan.
- Membersihkan dapur setelah digunakan.
- Merapikan ruang keluarga.
Tugas mingguan:
- Membersihkan bagian rumah yang jarang digunakan.
- Mengganti sprei dan sarung bantal.
- Membersihkan area tertentu secara lebih menyeluruh.
- Merapikan lemari atau tempat penyimpanan.
Tugas berkala:
- Membersihkan bagian rumah yang sulit dijangkau.
- Membersihkan jendela atau area tertentu sesuai kebutuhan.
- Merapikan barang-barang yang jarang digunakan.
Pembagian ini membantu keluarga menentukan prioritas pekerjaan tanpa membuat seluruh tugas menumpuk dalam satu hari.
4. Jelaskan Batas Tanggung Jawab Setiap Pekerjaan
Selain menentukan daftar pekerjaan, keluarga juga perlu menjelaskan apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam tanggung jawab ART.
Contohnya, jika ART bertugas membantu menyiapkan makanan, apakah pekerjaannya hanya memasak atau juga mencakup belanja bahan makanan dan membersihkan dapur setelah memasak?
Begitu juga jika ART membantu pengasuhan anak. Apakah tanggung jawabnya mencakup menyiapkan perlengkapan sekolah, menemani bermain, atau hanya membantu kebutuhan tertentu?
Hal-hal seperti ini perlu dibicarakan secara terbuka agar tidak muncul anggapan yang berbeda.
Jika keluarga membutuhkan bantuan khusus seperti pengasuhan anak atau pendampingan lansia, pertimbangkan juga apakah posisi babysitter atau caregiver lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Sebab, setiap posisi memiliki tanggung jawab dan kompetensi yang berbeda. Tidak semua pekerjaan dapat otomatis dibebankan kepada satu orang.
5. Sesuaikan Jobdesk dengan Jam Kerja dan Kesepakatan
Daftar pekerjaan yang sudah dibuat tetap perlu disesuaikan dengan jam kerja ART.
Jangan sampai jumlah pekerjaan terlalu banyak untuk diselesaikan dalam waktu yang tersedia. Keluarga perlu menentukan urutan prioritas dan membicarakan waktu pengerjaan setiap tugas.
Misalnya, pekerjaan membersihkan area utama rumah dapat menjadi prioritas pada pagi hari. Sementara itu, pekerjaan tambahan seperti membersihkan lemari atau jendela dapat dijadwalkan pada hari tertentu.
Pastikan pula kesepakatan mengenai jam kerja, waktu istirahat, hari libur, serta tanggung jawab tambahan dibicarakan sejak awal.
Untuk ART yang bekerja dengan sistem live-in maupun live-out, aturan tersebut tetap perlu dijelaskan secara transparan.
Perlu diingat, ART yang menginap bukan berarti harus selalu siap bekerja di luar jam kerja yang telah disepakati.
6. Evaluasi dan Komunikasikan Jika Ada Perubahan Kebutuhan
Kebutuhan rumah tangga dapat berubah seiring waktu. Misalnya, anak mulai masuk sekolah, anggota keluarga bertambah, atau rutinitas pekerjaan orang tua berubah.
Jika ada perubahan tersebut, keluarga sebaiknya membicarakan kembali pembagian tugas dengan ART.
Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau kesalahpahaman. Sampaikan perubahan kebutuhan secara jelas, kemudian diskusikan apakah tugas tambahan tersebut masih sesuai dengan kesepakatan kerja.
Komunikasi dua arah juga penting. Berikan kesempatan kepada ART untuk menyampaikan kendala ketika ada pekerjaan yang sulit diselesaikan atau membutuhkan waktu lebih banyak.
Dengan begitu, evaluasi pekerjaan tidak hanya menjadi penilaian dari keluarga, tetapi juga kesempatan bagi kedua pihak untuk menemukan solusi bersama.
Jobdesk yang Jelas Membantu Keluarga Menemukan ART yang Sesuai
Menentukan tugas ART sejak awal dapat membantu keluarga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kandidat yang dibutuhkan.
Mulai dari pekerjaan utama, kondisi rumah, frekuensi tugas, hingga jam kerja perlu dipertimbangkan sebelum proses pencarian dilakukan.
Jika kebutuhan rumah sudah teridentifikasi, keluarga juga akan lebih mudah menjelaskan kriteria kandidat saat berkonsultasi dengan penyedia jasa penempatan ART.
CICANA membantu keluarga dalam proses pencarian dan penempatan pekerja rumah tangga melalui layanan ART, babysitter, caregiver, maupun driver. Keluarga dapat mengenali profil kandidat, mendiskusikan kebutuhan melalui layanan konsultasi, serta memanfaatkan CICANA Calculator untuk memperkirakan gaji berdasarkan kondisi dan beban kerja rumah tangga.
Kunjungi cicana.co atau hubungi Customer Service CICANA melalui WhatsApp 0822-1111-3614 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Karena menemukan ART yang sesuai bukan hanya soal pengalaman kerja, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga dan tanggung jawab pekerjaan sudah dipahami bersama sejak awal.
