ART Minta Angpao Saat Imlek, Wajar atau Tidak? Ini Cara Menyikapinya

ART Minta Angpao Saat Imlek, Wajar atau Tidak? Ini Cara Menyikapinya

ART minta angpao saat Imlek sering jadi topik sensitif di banyak rumah tangga. Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan justru bisa berubah canggung ketika ART mulai menyinggung atau meminta angpao sebelum hari raya tiba.

Sebagian majikan mungkin sudah berniat memberi. Namun, ketika lebih dulu disinggung, rasanya bisa berbeda. Jadi, sebenarnya wajar atau tidak jika ART minta angpao saat Imlek?

Angpao untuk ART: Tradisi atau Kewajiban?

Perlu dipahami, angpao berbeda dengan THR.
THR adalah kewajiban sesuai ketentuan ketenagakerjaan. Sedangkan angpao lebih bersifat tradisi dan bentuk apresiasi sukarela.

Banyak majikan memang dengan senang hati memberi angpao kepada ART, terutama jika sudah bekerja lama, loyal, dan menunjukkan kinerja baik. Namun, karena sifatnya tidak wajib, keputusan memberi atau tidak sepenuhnya ada pada majikan.

Masalah biasanya muncul bukan pada nominal, melainkan pada cara dan timing.

Ketika ART Minta Angpao Duluan

Sebagian ART mungkin merasa hal itu wajar, apalagi jika di tempat kerja sebelumnya mereka terbiasa menerima angpao dengan nominal tertentu. Namun, secara etika profesional, meminta atau menyinggung nominal terlebih dahulu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Beberapa dampak yang sering terjadi:

  • Majikan merasa seperti “ditagih”
  • Niat memberi jadi terasa kurang tulus
  • Hubungan kerja menjadi canggung
  • Timbul perbandingan dengan majikan sebelumnya

Padahal dalam hubungan kerja di rumah, kepercayaan dan rasa nyaman adalah hal utama.

Cara Bijak Menyikapi ART yang Menyinggung Angpao

Jika Anda berada di posisi ini, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Tetap Tenang dan Jangan Reaktif

Hindari langsung terpancing emosi. Bisa jadi ART tidak bermaksud menekan, hanya kurang memahami batasan etika.

2. Tegaskan dengan Komunikasi yang Sopan

Anda bisa menjawab dengan tenang, misalnya:
“Nanti Ibu pertimbangkan ya. Biasanya kami siapkan sesuai kebijakan keluarga.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa keputusan tetap ada pada Anda.

3. Pisahkan Soal Apresiasi dan Profesionalisme

Memberi angpao adalah apresiasi. Tapi profesionalisme tetap harus dijaga. ART perlu memahami bahwa sikap dan cara berkomunikasi memengaruhi kenyamanan kerja.

4. Jadikan Ini Evaluasi Soft Skill

Kemampuan bekerja saja tidak cukup. Sikap, empati, dan kepekaan sosial juga penting, terutama bagi ART yang tinggal menginap.

Pentingnya Attitude dan Service Excellence untuk ART

Banyak konflik kecil antara majikan dan ART sebenarnya bukan soal uang, tetapi soal sikap dan komunikasi.

ART yang memiliki:

  • Kepekaan situasi
  • Pemahaman etika profesional
  • Cara komunikasi yang tepat
  • Service excellence mindset

akan jauh lebih dihargai dan dipercaya oleh majikan.

Karena itu, pembekalan attitude dan manner menjadi sangat penting, terutama bagi ART yang ingin bekerja jangka panjang dan membangun hubungan kerja yang sehat.

Solusi: School of ART by CICANA

Untuk membantu ART menjadi lebih profesional dan peka terhadap situasi kerja di rumah, kini tersedia kelas online School of ART by CICANA.

Di kelas ini, ART akan belajar tentang:

  • Attitude & manner di rumah majikan
  • Etika komunikasi
  • Batasan profesional
  • Mindset service excellence
  • Cara membangun kepercayaan jangka panjang

Karena bekerja di rumah bukan hanya soal bisa menyapu, memasak, atau menjaga anak. Tapi juga soal sikap dan rasa hormat terhadap ruang privat keluarga.

Jika Ibu ingin ART di rumah lebih peka, lebih profesional, dan memiliki service excellence,
daftarkan ke School of ART by CICANA sekarang juga.

👉 Karena kepercayaan itu dijaga dari hal-hal kecil.

Butuh ART yang nggak cuma terampil tapi juga punya attitude & service yang baik? Hubungi admin CICANA untuk pilih ART yang sudah tersaring, terverifikasi, dan siap kerja dengan profesional.