Kunjungan Benchmarking CICANA ke Mutiara Kasih Carolus: Memperkuat Standar Pelatihan dan Perlindungan Pekerja
Jakarta, 15 Oktober 2026 — Kunjungan benchmarking CICANA ke PT Mutiara Kasih Carolus di Jakarta Timur menjadi bagian dari komitmen PT Cicana Indonesia Corp untuk mengembangkan ekosistem penempatan tenaga kerja domestik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan pekerja.
Melalui kegiatan Company Visit & Benchmarking ini, CICANA bertukar wawasan mengenai praktik pengembangan kompetensi, standar pelatihan, serta pendampingan tenaga kerja domestik. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik yang dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi pekerja maupun pengguna jasa.
Kunjungan Benchmarking CICANA: Menyamakan Standar Pelatihan dan Mutu
Dalam kegiatan ini, PT Cicana Indonesia Corp diwakili oleh Annisa Kartika (Co-Founder & Director), Ragil Dysti Ayunisa (Corporate Secretary), Tosca Inas Shabrina (Lead Talent & Partnership), serta tim Account Management dan Talent Acquisition Development.
Rombongan CICANA disambut oleh jajaran manajemen PT Mutiara Kasih Carolus, yaitu Bu Agustin (Founder), Bu Nana (Direktur), Bu Natalia (Kepala Sekolah), dan Bu Ratih (Sekretaris).
Diskusi mencakup pengalaman Mutiara Kasih Carolus, yang telah berdiri sejak 2006, dalam mengembangkan pendidikan babysitter dan caregiver. Pembahasan juga menyoroti nilai-nilai inti lembaga, yaitu Integrity, Competence, Assurance, Respect, Embrace, dan Innovation.
Melalui kunjungan benchmarking ini, CICANA memperoleh perspektif mengenai peran pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan kompetensi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.
Pembelajaran dari Kunjungan Benchmarking CICANA ke Mutiara Kasih Carolus
Dalam sesi room tour dan diskusi mengenai fasilitas pelatihan serta asrama, tim CICANA mempelajari sejumlah pendekatan yang diterapkan Mutiara Kasih Carolus dalam mempersiapkan tenaga kerja profesional.
1. Kurikulum Pelatihan Berbasis Praktik
Salah satu hal yang dibahas dalam kunjungan benchmarking CICANA adalah komposisi pembelajaran dengan proporsi 20% teori dan 80% praktik langsung. Berdasarkan pemaparan selama kunjungan, pendekatan tersebut disebut mengacu pada standar Kementerian Kesehatan.
Pembelajaran berbasis praktik memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga penerapan keterampilan dalam situasi nyata.
2. Pembentukan Karakter dan Kedisiplinan Pekerja
Selain keterampilan teknis, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Tim CICANA mempelajari penerapan pembinaan kedisiplinan, pelatihan grooming atau penampilan dan kerapian pada dua minggu pertama, serta pembatasan penggunaan gawai untuk mendukung fokus belajar.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kebiasaan kerja yang profesional, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sikap dalam memberikan layanan juga perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran.
3. Praktik Lapangan dan Evaluasi Kompetensi
Peserta juga memperoleh pengalaman praktik lapangan di panti wreda dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di bawah pengawasan perawat profesional, sesuai dengan program yang dijalankan.
Sebelum menyelesaikan pendidikan, peserta mengikuti evaluasi kompetensi melalui mekanisme penilaian internal dan sertifikasi yang dijelaskan dalam sesi kunjungan. Pembelajaran ini memberikan perspektif bagi CICANA mengenai pentingnya keterkaitan antara pelatihan, penguasaan keterampilan, dan kesiapan kerja.
Hasil Benchmarking CICANA untuk Pengembangan Layanan
Bagi PT Cicana Indonesia Corp, hasil kunjungan benchmarking CICANA menjadi bahan pembelajaran untuk terus mengevaluasi proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, dan pendampingan tenaga kerja domestik.
Salah satu inisiatif yang relevan dengan pengembangan kompetensi pekerja adalah School of ART, program yang mendukung pembelajaran dan peningkatan pengetahuan pekerja rumah tangga.
Selain aspek pelatihan, diskusi antara tim Talent, Partnership, dan Account Management CICANA bersama pengelola Mutiara Kasih Carolus turut menyoroti pentingnya asesmen pengguna jasa dan pendampingan setelah penempatan.
1. Asesmen Pengguna Jasa dan Perlindungan Pekerja
Dalam diskusi tersebut, CICANA mempelajari pendekatan User Assessment yang diterapkan Mutiara Kasih Carolus. Kebutuhan pengguna jasa dipetakan secara terperinci, mulai dari luas rumah dan jumlah pekerja yang sudah tersedia hingga kondisi medis anggota keluarga yang relevan dengan lingkup pekerjaan.
Asesmen ini membantu mengidentifikasi kebutuhan dan potensi beban kerja sebelum penempatan dilakukan. Apabila beban kerja dinilai melampaui batas yang wajar, lembaga dapat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan penempatan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu referensi dalam memahami pentingnya hubungan kerja yang adil dan aman. Kejelasan tugas, tanggung jawab, kapasitas pekerja, dan ekspektasi pengguna jasa perlu diperhatikan sejak awal proses penempatan.
2. Pendampingan Pascapenempatan dan Evaluasi Berkala
Kecocokan antara pekerja dan pengguna jasa tidak berhenti pada proses seleksi. Komunikasi, evaluasi berkala, dan pemantauan setelah penempatan turut berperan dalam menjaga keberlangsungan hubungan kerja.
Dalam sesi benchmarking, tim CICANA mempelajari pendekatan pendampingan yang mencakup evaluasi rutin dan pemantauan pascapenempatan, termasuk melalui video call. Pembahasan juga menyinggung proses rekrutmen peserta dari luar daerah dengan skema yang memperhatikan aspek keadilan.
Pertukaran wawasan ini memperkuat pemahaman bahwa pendampingan berkelanjutan dapat membantu mengidentifikasi kendala, menjaga komunikasi antara pihak terkait, serta mengevaluasi kecocokan penempatan dalam jangka panjang.
Komitmen CICANA Membangun Industri Pekerja Domestik yang Profesional
Kunjungan benchmarking CICANA ke Mutiara Kasih Carolus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan layanan penempatan pekerja domestik yang semakin profesional.
Melalui pertukaran pengalaman ini, CICANA memperoleh perspektif tambahan mengenai peran pendidikan, pembentukan karakter, asesmen pengguna jasa, dan pendampingan pascapenempatan dalam membangun ekosistem kerja yang lebih baik.
CICANA menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan serta staf PT Mutiara Kasih Carolus atas sambutan hangat dan kesempatan untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman.
Ke depan, CICANA berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi digital yang mendukung kebutuhan keluarga sekaligus memperhatikan kualitas proses, kejelasan hubungan kerja, dan perlindungan pekerja domestik, termasuk ART, babysitter, dan caregiver.
Ingin mengenal lebih dekat layanan CICANA dan program pengembangan kompetensi pekerja? Kunjungi website resmi CICANA dan School of ART.
